![]() |
| Gubernur Banten Andra Soni dan Walikota Serang Budi Rustandi bersama pedagang menjual Gerakan Pangan Murah. (Foto: Istimewa) |
Andra Soni mengatakan hal itu usai mengikuti pembukaan
pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Serentak Dalam Rangka Hari Ulang Tahun ke- 80
Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipusatkan di Kantor Kementerian Pertanian
Republik Indonesia, Ragunan, Jakarta secara virtual.
Andra Soni mengikuti pembukaan bersama Walikota Serang Budi
Rustandi dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Serang di Kantor Kecamatan
Kasemen, Jalan Raya Banten Lama Km. 5, Gang Kecamatan, Kasemen, Kota Serang,
Sabtu (30/8/2025).
“Alhamdulillah masyarakat menyambut antusias. Diharapkan
gerakan pangan murah ini bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan
sehari-hari,” ungkapnya.
Andra Soni mengungkapkan total penyaluran beras SPHP pada
Gerakan Pangan Murah di Provinsi Banten mencapai 85 ton. Kebutuhan pokok yang
tersedia dalam Gelar Pangan Murah antara lain: beras, tepung terigu, minyak
goreng, telur, bawang merah, bawang putih, cabai, gula pasir, hingga buah
alpukat.
Untuk harga, paparnya, beras SPHP Rp57 ribu per 5 kilogram, Minyak
Kita Rp17.500 per liter, telur Rp25.500 per kg, gula pasir Rp17 ribu per kg,
bawang merah Rp30 ribu per kg, bawang putih Rp32 ribu per kg, cabai merah
keriting Rp38 ribu per kg, cabai rawit merah Rp30 ribu, dan beras premium Rp75
ribu.
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan arahan Presiden
Prabowo Subianto untuk menjaga harga pangan. Gerakan Pangan Murah tujuannya
agar harga pangan stabil.
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia M. Tito Karnavian
menyebutkan Presiden Prabowo Subianto sangat perhatian dalam pangan. Bahwa
merdeka bukan hanya dari penjajahan tapi juga merdeka dalam memenuhi pangan.
“Alhamdulillah produksi beras kita sangat baik sekali,”
ucapnya.
Sementara Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi
Santoso mengatakan setiap hari pemerintah memonitor harga kebutuhan pokok.
Menurutnya saat ini harga kebutuhan pokok relatif aman.
Budi Santoso mengungkapkan bahwa saat ini terjadi perubahan
gaya beli dari offline ke online. “Sehingga perlu mengajari para pedagang untuk
online,” ujar Budi.
Menurut Menteri Pertanian Republik Indonesia Amran Sulaiman,
saat ini ada 17 regulasi sektor pangan yang mendukung pencapaian swasembada
pangan. “Mulai dari pupuk, irigasi, optimalisasi lahan, hingga pencetakan
sawah,” ujarnya.
Dikatakan, dalam membangun ekosistem pangan yang sehat, saat
ini tinggal pada pembenahan pasar. “Membenahi dari regulasi hingga konsumen,”
ungkap Amran.
Sementara, Kepala Bulog Mayjen TNi Ahmad Rizal Ramdhani
melaporkan penyaluran beras SPHP untuk mencegah dan mengurangi gejolak akibat
kenaikan harga beras, menjaga pasokan dan stabilisasi pangan, dan mendukung
pengendalian inflasi.
“Penyaluran beras SPHP sudah mencapai 290,16 ton atau 19, 3
persen dari target. Untuk Gerakan Pangan Murah ini, 43.665 ton sudah ambil ke
Bulog,” ungkapnya. (*/pur)




0 Comments