![]() |
| Para tokoh agama dan budaya yang hadir kegiatan pembinaan organisasi budaya dan agama di Puspem Kota Tangerang. (Foto: Istimewa) |
Walikota Sachrudin mengatakan pembangunan kota tidak hanya
terbatas pada aspek fisik, melainkan juga harus menyentuh dimensi sosial,
budaya, dan spiritual masyarakat.
"Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi
pembangunan karakter dan jati diri masyarakat. Di sinilah pentingnya peran
tokoh agama, tokoh budaya, dan juga insan media untuk bersama-sama merumuskan
serta mengawal arah kebijakan publik,” ujar Sachrudin.
Sachrudin menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur
seperti gotong royong, toleransi, serta saling menghormati dalam kehidupan
bermasyarakat yang majemuk.
"Tokoh agama dan budaya memiliki peran strategis dalam
menjaga ketenteraman batin masyarakat dan memperkuat nilai-nilai moral. Kita
semua bertanggung jawab menjaga warisan budaya dan identitas lokal agar tetap
hidup di tengah arus globalisasi dan modernisasi,” tuturnya.
Sachrudin menyampaikan komitmen Pemkot Tangerang untuk terus
mendukung berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kebudayaan di masyarakat. Pemerintah
(Pemkot) Tangerang terbuka terhadap masukan dari berbagai elemen masyarakat
sebagai bagian dari upaya perbaikan pelayanan dan pengambilan kebijakan yang
lebih partisipatif.
"Dengan semangat gotong royong, kolaborasi, dan
kecintaan terhadap budaya, saya yakin Kota Tangerang akan terus tumbuh sebagai
kota modern yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai Akhlakul Karimah,”
ucapnya.
Sachrudin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus
menjaga keragaman sebagai kekuatan bangsa.
"Mari, kita rawat keberagaman ini sebagai kekuatan,
bukan sebagai sumber perpecahan. Bersama kita wujudkan Kota Tangerang yang kolaboratif,
maju, berbudaya, dan penuh kedamaian,” pungkasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 peserta yang berasal
dari berbagai unsur kesenian dan kebudayaan lokal. Beragam bentuk kesenian
turut meramaikan acara, mulai dari kesenian tradisional seperti Palang Pintu,
Lenong, Wayang Kulit, Barongsai, Tari Cokek, Gambang Kromong, hingga kesenian
Islami seperti Hadroh, Qasidah, Marawis, dan Debus. (*/pur)




0 Comments