Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Nurdin: Menuju Zero Waste, Masifkan Pengolahan Sampah Berbasis Masyarakat

Pj Walikota Tangerang Dr. Nurdin saat 
meninjau pengolahan sampah oleh warga. 
(Foto: Istimewa)  


NET  - Upaya  penanganan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.  Salah satunya adalah dengan cara meminimalisir volume sampah langsung dari sumbernya atau dikenal dengan istilah zero waste, melalui sistem pengolahan sampah berbasis masyarakat.

Guna memastikan sistem tersebut berjalan optimal, Penjabat (Pj) Walikota Tangerang Nurdin didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, meninjau Tempat Penampungan Sementara (TPS) berbasis masyarakat. Di sini telah menerapkan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) yakni di TPS3R Widatama di Kelurahan Nusa Jaya, Kecamatan Karawaci, dan TPS3R Bina Mandiri di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk.

Pj Walikota Tangerang  melihat langsung proses pengolahan sampah berbasis masyarakat mulai dari pemilahan sampah hingga pemrosesan daur ulang sampah baik sampah organik maupun anorganik.

"Di TPS3R ini, tentunya adalah salah satu penunjang dalam mendorong konsep zero waste atau meminimalisir penambahan volume sampah dari sumber agar tidak membludak ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) kita di Rawa Kucing. Sistemnya selama ini sudah berjalan dengan baik, tinggal proses edukasinya harus terus kita masifkan," tutur Nurdin usai melakukan peninjauan, Jum'at (3/5/2024).

Nurdin meminta agar edukasi tentang pentingnya kolaborasi dalam upaya penanganan sampah dapat terus dimasifkan.

"Mindsetnya sudah harus diubah, bahwa sampah adalah kewajiban kita bersama. Bukan hanya urusan pemerintah atau pihak-pihak tertentu saja. Untuk itu, edukasi harus terus dilakukan mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat termasuk di sekolah melalui sekolah adiwiyata yang juga sudah Pemkot galakkan" terang Nurdin.

Selain meninjau TPS3R, mantan Kepala Pusdatin Kemendagri tersebut, turut meninjau Bank Sampah Induk (BSI) yang berlokasi di Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci.

"Sistem dan programnya sudah ada dan sudah berjalan dengan baik. Tinggal keberlanjutan dan konsistensi masyarakat yang harus terus kita dorong. Terlebih keberadaan bank sampah di setiap wilayah kecamatan turut memberikan dampak ekonomi," ujar alumnus Universitas Indonesia tersebut.

Ke depannya,  Nurdin berharap dengan dengan adanya TPS3R dan bank sampah tersebut semakin dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjalankan gaya hidup zero waste demi terwujudnya Kota Tangerang yang semakin bersih dan sehat.

"Optimalisasi pengolahan sampah terpadu berbasis masyarakat ini tentunya menjadi penting, karena selain menjadi upaya menjaga kelestarian lingkungan, merupakan upaya pencegahan terjadinya bencana seperti banjir dan mencegah timbulnya berbagai penyakit," pungkasnya. (*/pur)


Post a Comment

0 Comments