Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Arief Sebut Kurikulum Merdeka Solusi Atasi “Ketinggalan Belajar”

Para peserta webinar serius mengikuti 
pembahasan oleh nara sumber. 
(Foto: Istimewa)  



NET - Salah satu upaya dalam menjawab tantangan pendidikan pada era digital terutama pasca pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pendidikan melaunching secara daring E-Raport Kurikulum Merdeka Jenjang Sekolah Dasar (SD) sekaligus menggelar webinar dengan tema E-Raport sebagai bagian dari digitalisasi pendidikan,

"Kurikulum merdeka  merupakan salah satu solusi untuk mengatasi learning loss yang disebabkan oleh pandemi covid-19," ujar Walikota Tangerang, H. Arief R Wismansyah, Selasa (13/12/2022).

Hal itu dikatakan Walikota saat membuka secara daring webinar yang dihadiri oleh pengawas, kepala sekolah, guru dan orang tua murid jenjang SD di Kota Tangerang .

Walikota mengungkapkan kurikulum merdeka merupakan salah satu solusi untuk mengatasi learning loss (Keringgalan belajar) yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

"Karena itu, dengan kurikulum merdeka ini diharapkan ketertinggalan mutu pendidikan ini dapat segera kita atasi," ujar Walikota.

Arief menjelaskan dalam kurikulum tersebut, siswa diberi kebebasan dalam memilih apa yang diminatinya dalam pembelajaran.

"Setiap siswa akan dibimbing sesuai minat bakat dan kecerdasannya. Sehingga dalam kurikulum merdeka ini dapat kita analogikan bahwa tidak ada ikan yang dipaksa untuk belajar terbang atau tidak ada burung yang dipaksa belajar untuk berenang," ujar Arief.

Selanjutnya, kata Arief, sebagai langkah akhir dalam proses pembelajaran adalah penilaian. Melalui e-raport kurikulum merdeka, orangtua dapat membaca dan memahami perkembangan putra putrinya sesuai dengan minat, bakat, dan kecerdasannya.

"Tentunya e-raport bukan untuk mendiskriminasikan anak pintar dengan yang kurang pintar, tetapi untuk memaksimalkan potensi anak pada batas kemaksimalan minat, bakat dan kecerdasannya masing-masing," tutur Areif.

"Dengan demikian, mereka dapat tumbuh dan terdidik secara optimal," ucapnya.

Arief mengatakan Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan di Kota Tangerang melalui berbagai programseperti program sekolah penggerak yang berjumlah 75 sekolah dari jenjang TK/SD/SMP dan juga sekolah penyelenggara kurikulum merdeka mandiri yang menembus angka 86 persen.

"Selain itu, ada program sekolah adiwiyata, sekolah ramah anak, pendidikan inklusi, sekolah branding, sekolah sehat, sekolah literat dan berbagai program lainnya," ujarnya.

"Ini semua tentu sebuah upaya yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah di Kota Tangerang," tukas Arief. (*/pur)

Post a Comment

0 Comments