Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Selama 2 Hari Operasi Penertiban, Polda Amankan 284 Preman


Para preman ketika dikumpulkan untuk 
pendataan dilaksanakan petugas Polisi. 
(Foto: Istimewa)  



NET - Sedikitnya 284 orang preman diamankan oleh jajaran Polda Banten dalam dua hari operasi premanisme di enam wilayah Polres. Operasi dilakukan siang dan malam di lokasi-lokasi yang disinyalir rawan pemalakan dan pungutan liar.

Kapolda Banten, Irjen PolRudy Heriyanto Adi Nugroho, Sabtu (13/6/2021) mengatakan operasi premanisme tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kapolri.

Sebelumnya, Kapolri diperintahkan Presiden Jokowi membersihkan preman dan begal di kawasan Pelabuhan Samudera Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan jalan sekitarnya yang sering dilanda kemacetan.

"Kami segera melakukan pembersihan preman dan siapa pun yang mencoba-coba membuat resah di semua wilayah Banten," ujar Kapolda di Kota Serang.

Melengkapi keterangan Kapolda, Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata mengatakan hasil operasi hari kedua meliputi dari wilayah: Polres Serang Kota: 54 orang, Polres Cilegon: 7 orang, Polres Serang: 5 orang, Polresta Tangerang: 55 orang, Polres Pandeglang: 4 orang, danPolres Lebak: 75 orang.

Sehari sebelumnya, diamankan sebanyak 48 orang dengan rincian di wilayah Polresta Tangerang sebanyak 7 orang, dari Polres Serang Kota 34 orang, dari Polres Serang sebanyak 17 orang, dan Polres Lebak sebanyak 26 orang.

Total sampai hari kedua, diamankan sebanyak 284 orang preman. "Tindakan yang diambil bervariasi, mulai dari pendataan, diserahkan ke dinas sosial, pembinaan sampai kepada penegakkan hukum jika ada yang melakukan pelanggaran," ucap Kombes Edy.

Tindakan pembinaan yang diambil yaitu berupa pendataan serta menyerahkan kepada Dinas Sosial sedangkan hingga saat ini belum ditemukan adanya pelanggaran hukum pidana, sehingga belum ada tindakan hukum.

Edy Sumardi menjelaskan pola operasi dengan mengedepankan Preventive Strike serta penegakan hukum bagi pelaku yang melanggar pidana. Operasi Premanisme ini dengan melibatkan sebanyak 359 Personil gabungan, yang terdiri atas Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Pemda serta masyarakat.

“Tujuan dari kegiatan operasi penertiban ini adalah untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat serta terwujudnya Kamtibmasy yang kondusif di daerah hukum Polda Banten,” ujar Edy Sumardi.

Kombes Edy Sumardi menyampaikan pesan kepada seluruh Kapolres dan personil gabungan untuk menindak tegas pelaku premanisme dan tingkatkan preventif serta penegakan hukum dalam penanganan premanisme yang ada di seluruh wilayah hukum Polda Banten.

Edy Sumardi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu melaporkan, mengadukan apabila menemukan aksi premanisme atau kejanggalan apa pun yang dirasakan mengganggu dan menimbulkan keresahan, karena tidak ada ruang bagi premanisme di daerah hukum Polda Banten.

Ia mengimbau masyarakat untuk melaporkan segera apa pun yang menganggu atau mengancam keselamatan warga melalui telepon gratis 110.

"Gunakan setiap saat 110, kami akan langsung merespon dengan menurunkan aparat," imbau Kombes Edy Sumardi. (*/pur)

Post a Comment

0 Comments