Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

BAN SM Provinsi Banten Loloskan 160 Calon Asesor

Salah seorang calon asesor ketika 
mengikuti sesi wawancara secara online. 
(Foto: Istimewa/bq)  



NET – Badan Akreditasi Nasional Sekolah-Madrasah (BAN SM) Provinsi Banten telah menyelesaikan tahapan wawancara ujian online rekrutmen asesor tahun 2021 nasional dengan meloloskan 160 orang dari 209 peserta.

“Ya, kami tadi malam telah melakukan rapat pleno secara online untuk menentukan siapa saja yang lulus tahapan wawancara calon asesor dari Banten,” ujar Ketua BAN SM Provinsi Banten Fitri Hilmiyati kepada wartawan di Kota Serang, Jumat (7/5/2021).

Ketua BAN SM Provinsi Banten tersebut menjelasakan tahapan wawancara adalah bagian dari rangkaian ujian tertulis yang telah dilaksanakan pada Sabtu-Minggu (24-25/4/2021). Mereka yang lulus ujian tersebut mengikuti tahapan wawancara yang dilaksanakan pada Selasa dan Rabu (4-5/5/2021).

“Hasil wawancara yang dilakukan oleh semua anggota BAN SM Provinsi Banten itulah, kami bawa dalam rapat pleno untuk menentukan jumlah 160 orang yang lulus. Dalam rapat pleno ini terjadilah suatu perdebatan untuk mengemukakan hasil wawancara masing-masing,” ucap Fitri sembari tersenyum.

Fitri menyebutkan BAN SM Provinsi terdiri atas 15 orang anggota yakni satu orang merangkap ketua dan seorang lagi merangkap sekretaris. “Jadi satu orang anggota dapat kebagian melakukan wawancara terhadap peserta berkisar 15 sampai 20 calon asesor,” tutur Fitri yang juga dosen pada Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten di Kota Serang.

Hasil wawancara, kata Fitri, dikumpulkan semuanya lalu dibuatkan rangking mulai angka tertinggi sampai terendah. Dari 209 peserta calon asesor nilai tertinggi 100 diraih oleh sejumlah peserta  dan nilai terendah 67.

“Kami membahas masing-masing hasil wawancara. Misalnya, bila ketika wawancara berlangsung diketahui peserta sebagai guru atau kepala sekolah yang masih aktif tetap dilanjutkan wawancara tapi terkena pengurangan nilai atau tidak dapat nilai. Yang boleh jadi asesor itu dosen,” ungkpa Fitri.

Hasil wawancara tersebut, imbuh Fitri, akan dikirim ke BAN SM Pusat di Jakarta.

Ketika ditanya siapa saja asesor yang lulus wawancara, Fitri mengelak. “Maaf ya, kewenangan untuk menyebutkan nama-nama peserta asesor yang lulus ada pada BAN SM Pusat. Kami tidak bisa memberikan,” tutur Fitri.

Sementara itu, Nani Abdulgani – anggota BAN SM Provinsi Banten menyatakan kegembiraannya telah ikut menyelesaikan tugas wawancara asesor. “Alhamdulillah tugas kita untuk melakukan seleksi calon asesor sudah selesai. Semoga hasil kerja kita ini bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Provinsi Banten,” ujar Nani yang juga dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Tangerang (FISIP UMT) itu. (ril)

Post a Comment

0 Comments