Zaki Bangga Kabupaten Tangerang Jadi Daerah Percontohan SP4N-LAPOR

Baca Juga



Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar 
(tengah) saat rapat dilakukan secara virtual. 
(Foto: Istimewa)  




NET - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar bangga Kabupaten Tangerang menjadi salah satu daerah percontohan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional- Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR). Kota seribu industri ini sejak 2018 lalu sudah menerima 3.171 pengadauan dan ditindaklanjuti.

Daerah lain yang menjadi percontohan SP$N LAPOR, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bandung, sedangkan untuk provinsi; Bali, Sumaetra Barat, dan DIY Yogyakarta.

Rapat Koordinasi Penguatan Komitmen Pelaksanaan SP4N-LAPOR berlangsung secara virtual, Selasa (23/3/2021), Bupati Tangerang didamipingi Sekda Moch  Maesyal Rasyid, Inspektur Uyung Mulyardi, Kadis Kominfo Tini Wartini, dan Kabag Organisasi serta perwakilan UNDP (United Nations Development) Programme di Ruang Rapat Cituis Lantau 5 Gedung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang.

Bupati Zaki bersyukur daerah yang dipimpinnya masuk dalam program SP4N-LAPOR karena selain road map dan juga master plan seluruh regulasi sudah dipenuhi serta perencanaan terkait dengan program program tahunan dari SP4N-LAPOR juga sudah berjalan.

"Menyampaikan ucapan terima kasih dan bangga Kabupaten Tangerang ditunjuk sebagai salah satu daerah percontohan SP4N-LAPOR. Kabupaten Tangerang masih membutuhkan bimbingan dan dukungan dari berbagai stakeholder dan para pemangku kebijakan agar dapat terus meningkatkan kapasitas dan penguatan e-goverment,” ucapnya.

Menurut Bupati, Kabupaten Tangerang ditunjuk sebagai daerah SP4N- LAPOR karena memang sejak September 2018 lalu sampai hari ini sudah menerima  3.171 lebih pengaduan, yakni pengaduan terhadap fasilitas sarana prasarana dan pelayanan publik di Kabupaten Tangerang, Pemerintah Pusat dan Provinsi yang ada di Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, Presiden Representative UNDP Indonesia Norimasa Shimomora mengatakan SP4N-LAPOR akan membantu masyarakat dalam menyampaikan keluhan mereka.

Dia menjelaskan sistem transparan dari SP4N-LAPOR tidak hanya meningkatkan atau menunjukkan Pemerintah untuk memastikan warga negara menikmati layanan dari hak mereka, tetapi memperkuat rasa kesetaraan diantara warga negara.

“Jadi, jika kebutuhan masyarakat ditangani tentunya dapat meningkatkan kepercayaan warga negara terhadap penyelenggaraan pemerintah," ungkapnya melalui penterjemah.

Ucapan terimaksih kepada enam kepala daerah yang menjadi percontohan di Indonesia berkat komitmen mereka dilontarkan Country Director KOICA Indonesia Jeong Hoe Jin. (bah)

Post a Comment

0 Comments