Wagub: Vaksinasi Lebihi Target, Ekonomi Banten Diharapkan Pulih

Baca Juga

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy 
membaca laporan pada rapat koordinasi. 
(Foto: Istimewa)  



NET - Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengikuti rapat koordinasi perkembangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPM) Mikro oleh Kementerian Koordinator Perekonomian secara virtual, Kamis (18/3/2021). 

Andika mengatakan proses vaksinansi Covid-19 di Provinsi Banten berjalan sesuai rencana, sehingga optimistis perekonomian akan segera pulih.

"Dapat kami laporkan vaksinasi di Provinsi Banten on the track. Bahkan untuk tenaga kesehatan sudah melampaui target," ujar Andika pada rapat yang diikuti oleh sejumlah provinsi lainnya itu.

Provinsi dimaksud adalah Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Daerah Khusus Istimewa (DKI) Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, dan Sumatera Utara (Sumut). Berikutnya Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Utara (Sulut), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Adapun perwakilan pemerintah pusat, hadir dari Kemenkes, Kemen Industri, Kemendes PDTT, TNI, Polri BNPB dan sejumlah BUMN.

Andika merinci yang sudah divaksinasi pada tahap kedua ini adalah tenaga kesehatan yaitu suntikan pertama 53.144 orang atau 116,63 persen, dan suntikan kedua 41. 875  atau 91,90 persen. Berikutnya pelayan publik yaitu suntikan pertama 121.922 orang dan suntikan kedua 33.307 orang. Terakhir, Lansia, suntikan pertama 29.962 orang. Dengan demikian jumlah total yang sudah divaksin adalah suntikan pertama 205.028 orang dan suntikan kedua 75.182 orang.

Dikatakan Andika, Pemerintah Provinsi Banten mengajak seluruh pemangku kepentingan pembangunan untuk mengedepankan optimisme perekonomian Banten akan pulih seiring telah dilaksanakan vaksinasi Covid-19 di wilayah Provinsi Banten.

Pemerintah Provinsi Banten, kata Andika, mendorong daya beli masyarakat melalui dukungan kelancaran bansos dan kelancaran Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu, pembangunan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah dengan pola padat karya untuk mengurangi kesenjangan pembangunan dan optimalisasi pertanian dan UMKM sebagai katup pengaman perekonomian.

"Seraya kita berdoa semoga Pandemi Covid-19 segera berakhir agar masyarakat di Provinsi Banten dapat menjalankan rutinitas sehari-hari dengan aman dan produktif," imbuhnya.

Andika menjelaskan kasus konfirmasi sampai dengan 17 Maret 2021 sebanyak 40.312 kasus yakni tingkat kesembuhan mencapai 90 persen, masih dirawat 7,3 persen dan tingkat kematian sebesar 2,7 persen.

"Per 17 Maret 2021, seluruh wilayah Kabupaten dan Kota se-Provinsi Banten keluar dari zona resiko tinggi penularan Covid-19 dan beberapa daerah telah masuk zona kuning yaitu Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kota Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Serang," papar Andika.

Selanjutnya mengutip Badan Pusat Statisk (BPS) Banten, Andika mengatakan ekonomi Banten triwulan IV-2020 dibanding triwulan IV-2019 turun 3,92 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, beberapa lapangan usaha masih tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 12,33 persen. Dari sisi pengeluaran, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 22,56 persen. (*/pur)

Post a comment

0 Comments