Dana Rp 41 Miliar Teknologi Sampah Dipakai DLH Tangsel Buat Bebaskan Lahan

Baca Juga

Kantor Dinas Lingkungan Hidup Tangsel. 
(Foto: Bambang TR/TangerangNet.Com) 



NET - Presidium Pemantau dan Pengawas Pembangunan Tangerang Raya (P-4TRA) Ir. Kemal Pasha menyebutkan pihaknya menemukan banyak kejanggalan dalam pemanfaatan anggaran APBD Tahun 2015 oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan.

"Sepertinya telah terjadi aksi korupsi besar nih di DLH Kota Tangsel. Itukan judulnya kegiatan teknologi persampahan tapi tidak ada barangnya. Saat ditanyakan kepada pihak DLH, jawabannya malah mengejutkan bahwa anggaran tersebut telah dipakai untuk pembebasan tanah," tutr Kemal kepada wartawan di Serpong, Minggu (7/3/2021).

Atas temuan tersebut, Kemal menduga dan menyimpulkan telah terjadinya pengalokasian anggaran yang salah jika perencanaan untuk teknologi sampah Cipeucang malah berubah untuk dana pembebasan lahan di sekitar area TPA Cipeucang.

"Sudah kepepet itu, waktu kegiatan ini berlangsung tahun 2015. Pejabat Kabidnya saat itu otomatis sebagai PPK atau pimpronya. Jika perlu diseret semua mereka ke aparat penegak hukum. Keterlaluan itu, mereka korupsi semau-maunya," tutur Kemal, dan berharap KPK segera mengusut kasus TPA Cipeucang.

Seperti dilansir dari www.telaah.id pada Rabu (03/03/2021), Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel Yeppi Suherman memaparkan soal anggaran Rp 41 miliar untuk teknologi persampahan pada  2015, bahwa anggaran tersebut bukan digunakan untuk teknologi persampahan, melainkan untuk pembebasan lahan.

“Itu judulnya saja teknologi persampahan, tapi item di dalamnya ada pembebasan lahan sekitar 3 hektar lebih untuk digunakan pembuangan sampah. Harga per hektarnya sekitar RP 1 juta lebih saat itu, dan saya lupa pastinya berapa,” ujar Yepi Suherman.

Yepi juga menjelaskan selain untuk pembebasan lahan, anggaran tersebut juga digunakan untuk sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

“Bukan cuma untuk pembebasan lahan, di dalamnya ada juga untuk sosialisasi kepada warga masyarakat,” ungkapnya. (btl)

Post a comment

0 Comments