Abas Sunarya Akan Dilaporkan Ke Polisi Atas Ucapannya Rendahkan Martabat Umpam

Baca Juga

Dodi Sugianto, Dedi Kurniawan, Ismail 
Fahmi saat memberikan penjelasan pers. 
(Foto: Istimewa)  




NET – Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wilayah Banten Dr. PO Abas Sunarnya, M Si akan dilaporkan secara pidana ke polisi dan akan digugat secara perdata atas ucapan yang dinilai merendahkan martabat pergurun tinggi Universitas Pamulang (Umpam), Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

“Apabila dalam waktu 3 x 24 jam Dr. PO Abas Sunarya, M, Si. selaku Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wilayah Banten tidak mengajukan permintaan maaf atas pernyataannya  terkait kampus dengan biaya murah diragukan kualitasnya, kami akan melaporkan secara Hukum Pidana dan mengajukan gugatan secara Hukum Perdata,” ujar Dr. Dodi Sugianto, SH MH M Kn kepada wartawan di Pamulang, Sabtu (20/3/2021).

Dodi adalah Ketua Alumni Fakultas Hukum Universitas Pamulang (Himnikum) didampingi oleh Ketua Forum Komunikasi Alumni S-1 Akutansi (Fokalsium) Dedi Kurniawan, SE dan Ismail Fahmi, SH yang sengaja melakukan konferensi pers atas pernyataan Abas Sunarnya tersebut.

 “Pernyataan APTISI wilayah Banten dengan adanya statement meragukan kualitas kampus dengan biaya murah, sangat tidak etis,” tutur Dodi.

Menurut apa yang diucapkan oleh Abas Sunarya tidak pantas di kalangan pendidikan tinggi. “Kami selaku alumni terkait dengan statement menyatakan kampus dengan biaya murah diragukan kualitasnya merupakan pola pikir komersialisasi pendidikan. Dengan ini untuk kemajuan pendidikan di Provinsi Banten, kami selaku alumni dari Perguruan Tinggi di Banten meminta Ketua APTISI untuk mengundurkan diri karena pemikirannya telah menjurus kepada komersialiasi pendidikan,” ucap Dodi.

Dodi mengatakan informasi yang  tidak didukung dengan kajian akademis, apalagi pernyataan tersebut oleh seorang Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wilayah Banten yang menimbulkan keresahan dan keonaran (membuat gaduh) di kalangan masyarakat yang mana pernyataan tersebut diduga merupakan suatu kebohongan karena tidak didukung oleh Kajian Akademis.

Hal senada disampaikan oleh Deddi Kurniawan bahwa APTISI perlu mengklarifikasi dan meminta maaf terhadap Universitas Pamulang terkait pernyataannya yang sudah bergulir di media massa.

"APTISI Banten harus meminta maaf terhadap Unpam sebagai pionir kampus dengan biaya murah yang tidak berkonsep komersialisasi pendidikan dalam pengelolaannya,” tutur Dedi.

Dedi menyampaikan penolakannya terhadap pembangunan Kampus di Kota Serang dengan biaya murah adalah suatu bentuk tidak mendukung program pemerintah dalam upaya peningkatan sumber daya manusia Indonesia," ujar Dedi. (ril)

Post a comment

0 Comments