Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Relawan Kota Tangsel Buka Call Center Pengaduan Kecurangan Pilkada








Koordinator SMART Tangsel M. Maulana dan 
tim saat memberi penjelasan kepada wartawan.  
(Foto: Bambang TL/TangerangNet.Com)  



NET - Pemungutan suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tinggal sebulanan lagi, hampir dapat dipastikan warga akan segera memiliki Walikota dan Wakil Walikota baru.

Semua warga sangat berkepentingan untuk menjaga agar pelaksanaan pencoblosan Pilkada bebas dari segala macam bentuk kecurangan yang bisa memanipulasi aspirasi rakyat Kota Tangerang Selatan.

"Untuk itu, mulai hari ini tanggal 22 Oktober 2020, Solidaritas Masyarakat, Advokad dan Relawan Kota Tangsel (SMART) menyiagakan dua Call Center Pengaduan Kecurangan Pilkada Kota Tangsel. Guna untuk menampung pengaduan dari masyarakat dalam hal dugaan kecurangan dalam Pilkada Kota Tangsel," ujar Koordinator SMART Tangsel M. Maulana B, SH MH, Kamis (22/10/2020).

Dua Call Center tersebut, kata Maulana, akan Siap Siaga selama 24 jam untuk menerima pengaduan kecurangan Pilkada Kota Tangsel dari masyarakat. Masyarakat Kota Tangsel dapat melakukan pengaduan tertulis melalui aplikasi Whatsapp kepada nomor :  0812 1231 6601 dan 0812 2389 0101.

Prinsipnya, kata Maulana, setiap kali terjadi insiden kecurangan, dalam waktu sesegera mungkin, para advokat SMART akan membantu menyelesaikan persoalan secara hukum dan akan melakukan tindakan hukum sesuai dugaan kecurangan yang terjadi.

Maulana menyebutkan dasar hukum SMART adalah Pasal 131 ayat (1) Undang-Undang Pilkada yang memberikan hak kepada warga untuk berpartisipasi dalam menyukseskan Pilkada serta Pasal 4 Undang-Undang Advokat yang mewajibkan advokat mengamalkan Pancasila dan UUD 1945.

"Untuk itu, SMART Tangsel menyerukan kepada seluruh warga, termasuk penyelenggara Pemilu (KPU) agar tidak takut melawan segala bentuk kecurangan dengan tetap menaati ketentuan hukum yang berlaku. Kita harus pastikan bahwa Pilkada Kota Tangsel akan benar-benar berjalan dengan demokratis, sehingga tidak akan menimbulkan gejolak yang berkepanjangan di tengah masyarakat," tutur Maulana. (btl)

 

Post a Comment

0 Comments