Triyanto, Pejuang Anti-Mafia Tanah Indonesia Tewas Misterius

Baca Juga

Ilustrasi bendera setengah tiang atas
meninggal dunia almarhum Triyanto.
(Foto: Bambang TL/TangerangNet.Com)



NET - Triyanto, salah satu korban dari persekongkolan perampasan mafia tanah di Indonesia, Senin (18/11/2019) ditemukan meninggal dunia saat sedang mengontrol perbaikan pagar pembatas tanah miliknya di Batu Ampar, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Triyanto meninggal di lokasi tanahnya yang dirampas.

Demikian keterangan yang diterima TangerangNet.Com pada Selasa (19/11/2019) siang, dari Agus Muldya selaku Sekjen Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI).

Agus Muldya menyebutkan almarhum merupakan suami dari Ny. Tri Murti Machfudz, adalah salah seorang dari korban perampasan dari mafia tanah di Indonesia, dan almarhum adalah seorang pensiunan Tentara Nasional Indonesia (TNI) lulusan Akabari dan satu angkatan bersama Jenderal Susilo Bambang Yudoyono (SBY) mantan Presiden RI ke-6 dan juga satu angkatan dengan mantan KSAD Jendral Ryamizard Ryacudu serta mantan Danjen Kopassus Letjen Prabowo subianto. Dan oleh pihak keluarga saat ini jenazah sedang diotopsi.

"Keluarga curiga karena sebelumnya almarhum Triyanto tiba-tiba menghilang dan dicari ke sana-ke mari tidak ketemu. Dan akhirnya almarhum diketemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di lokasi tanah yang dirampas oleh mafia tanah," terang Agus Muldya. 

Ditambahkan oleh Agus Muldya, FKMTI berduka atas meninggalnya Triyanto. Karena almarhum itu memiliki sifat ksatria yang berjiwa Sapta Marga ini, walau sudah pensiun tetapi beliau tetap patuh pada hukum dan terus berusaha berbuat yang terbaik buat negari ini.

"Semoga beliau Husnul khotimah, dan perjuangan almarhum untuk menuntaskan persoalan perampasan tanah dan mafia tanah di Indonesia. Hal ini akan diteruskan oleh para korban perampasan dan mafia tanah lainnya dan akan diteruskan oleh segenap anak bangsa yang mencintai keadilan di Indonesia," ungkap Agus.

Sekjen FKMTI menambahkan almarhum saat kejadian sedang mengontrol perbaikan pagar tanahnya yang dirusak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Beliau (almarhum) ditemukan meninggal di lokasi tanahnya tadi pagi setelah tadi malam tidak pulang. Saat masih hidup beliau juga merasa penasaran dan heran, karena sudah patuh pada hukum dan tertib hukum, akan tetapi kenapa masih diganggu juga. 

Dan sebagai informasi tanah milik almarhum yang dirampas seluas 500 meter persegi Sertifikat Hak Milik (SHM) dengan nomor SHM 029333. Agus Muldya  menginformasikan  terkait gugurnya almarhum Triyanto tersebut, FKMTI akan mengadakan doa dan aksi solidaritas serta menggelar Konferensi Pers pada Rabu (20/11/2019) pagi,  di Pojok Demokrasi (Monas) Jalan Merdeka Utara, depan Istana Merdeka, Jakarta.

"Minggu lalu FKMTI sudah melaporkan kasus perampasan tanah tersebut ini kepada Menteri ATR BPN Bapak Sofyan Djalil, untuk meminta perlindungan hukum terhadap Sertifikat Hak Milik yang telah dikeluarkannya. Tanah yang diperkirakan sedang dibuat bermasalah itu sebanyak 300 sertifikat hak milik," pungkasnya. (btl)


Post a Comment

0 Comments