Pengeboran Minyak Tumpah, Air Laut Tercemar Hingga Ke Kepulauan Seribu

Baca Juga

Pengeboran Minyak Lepas Pantai Milik Pertamina Tumpah
Di Pantai Karawang Mengakibatkan Perairan Sebelah Utara Tercemar
(Foto : Dade Fachri/TangerangNet.Com)
NET - Tiga pekan pasca terjadinya kebocoran instalasi pengeboran minyak lepas pantai milik Pertamina di Pantai Karawang Jabar, mengakibatkan minyak mentah tumpah dan mencemari sebagian perairan sebelah utara Karawang. 

Bahkan dengan cuaca ekstrim dan gelombang air laut yang cukup tinggi, serta angin kencang mendorong tumpahan minyyak itu hingga ke pulau-pulau di sekitar kepilauan Seribu.

"Terkait dengan informasi dan laporan tumpahan minyak yang telah mencapai Kepulauan Seribu,  pihak Pertamina terus melakukan upaya, salah satunya dengan menggandeng pihak Ditpolair Korpolairud. KP. Kepodang-5001 dengan crew yang berjumlah 27 personel dan 7 orang dari Tim Pertamina, kapal bertolak menuju Tanjung Sedari wilayah Perairan Karawang," kata Komandan KP. kepodang Kompol Riyaji, SST., M.M, Senin (5/8/2019), di Jakarta, 

Dengan menyisir dari Tanjung Sedari yang merupakan wilayah dari Perairan Karawang mengarah ke barat, pihaknya mendeteksi tumpahan minyak mentah itu  sudah  masuk ke wilayah Perairan Kepulauan Seribu, sehingga pembersihan terus dilakukan hingga ke Pulau Bidadari.

Lebih lanjut, Riyadi menjelaskan,  pembersihan dan penghambatan sebaran tumpahan minyak dilakukan secara manual dengan menggunakan serokan jaring lalu dikumpulkan dengan kantong-kantong plastik. Pembersihan itu tambahnya, dilakukan mulai 31 Juli - 6 Agustus 2018.

Sementara itu, Assmen Marunda Shorebase, Prasetyo Utomo mengatakan,  tumpahan minyak mentah yang diambil oleh Tim, dibawa atau ke  Dermaga Pertamina PHE ONWJ Marunda untuk dikumpulkan.

Seperti diketahui, pihak Pertamina menangani kebocoran sumur minyak dari pengeboran lepas pantai YYA Paltform PHE ONWJ di 2 KM di pantai utara Karawang , Jabar guna meminimalisir tumpahan minyak mentah hingga meluas ke pulau-pulah lainnya 

Dirpolair Korpolairud Brigjen Pol. Drs. Lotharia Latif, S.H.,M.Hum. mengungkapkan pekan lalu bersama dengan pihak dari Pertamina, pihkanya telah melaksanakan survey lokasi, pemetaan dan pengambilan sampel tumpahan minyak.

"Dengan kerjasama dan sinergi yang baik, kita berharap masalah ini dapat segera teratasi. Dampak dari tumpahan minyak mentah ini dapat kita minimalisir sehingga tidak semakin meluas dan merugikan banyak pihak," ungkap Latif. (dade) 

Post a Comment

0 Comments