Mahutama Bertekad Lanjutkan Jihad Konstitusi Muhammadiyah

Baca Juga

Auliya Khasanofa (pegang mike) saat
menyampaikan paparannya.
(Foto: Istimewa)


NET - Ketua Umum Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama) Prof Aidul  Fitriciada Azhari menegaskan organisasi yang dipimpinnya siap untuk melanjutkan aksi jihad konstitusi Muhammadiyah yang sudah berjalan selama ini. Demikian Siaran Pers Mahutama yang diterima Redaksi TangerangNet.Com, Minggu (3/3/2019).

Sebagai informasi, jihad konstitusi adalah aksi Muhammadiyah dalam mempersoalkan sejumlah undang-undang yang dianggap liberal dan bertentangan dengan UUD 1945. Muhammadiyah mengajukan judicial review undang-undang tersebut, dan beberapa di antaranya dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi.

Aidul menjelaskan upaya untuk melanjutkan jihad konstitusi Muhammadiyah merupakan salah satu alasan dibentuknya Mahutama. Alasan lain dibentuknya organisasi yang menghimpun para pakar hukum tata negara di lingkungan Muhammadiyah ini karena belum tergalinya secara maksimal pemikiran para tokoh Muhammadiyah yang sudah lama bergelut di bidang ketatanegaraan.

“Kami ingin menggali pemikiran-pemikiran tokoh Muhammadiyah sejak sebelum kemerdekaan hingga saat ini yang telah terlibat dalam dinamika ketatanageraan Indonesia,” ujar Aidul  saat menyampaikan pidato deklarasi Mahutama dan diskusi publik di Aula Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (1/3/2019). 

Taushiyah disaampikan oleh DR KH Muhyiddin Junaidi, M.A. mewakili Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang juga Ketua MUI Pusat kemudian dilanjutkan diskusi publik media mengenai “Pemilu Jujur dan Adil untuk Indonesia Berkemajuan”.

Banyak tokoh hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut, di antaranya, adalah Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Arief Budiman, peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Siti Zuhro, Pakar HTN FH UMJ Dr Ibnu Sina Chandranegara dan Ahli HTN Dr Sulardi yang juga pernah menjabat sebagai Dekan FH UMM yang dimoderatori oleh Dr. Elviandri lulusan terbaik S3 UMS. 

Sekretaris Jenderal MAHUTAMA Auliya Khasanofa yang juga menjadi pembicara menambahkan  Mahutama juga akan berjihad (berupaya dengan sungguh-sungguh) untuk mendorong agar pemilihan umum (Pemilu) 2019 dapat berjalan dengan jujur dan adil demi Indonesia berkemajuan untuk menghadirkan kepemimpinan profetik. 

AulIya menambahkan di dalam Pemilu 2019 ini, Mahutama  akan memegang khittah Muhammadiyah 2002 (Denpasar) bahwa Muhammadiyah senantiasa memainkan peran politiknya sebagai wujud dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar dengan jalan mempengaruhi proses dan kebijakan negara agar tetap berjalan sesuai dengan konstitusi dan cita-cita luhur bangsa.

“Selain itu, Muhammadiyah secara aktif menjadi kekuatan perekat bangsa dan berfungsi sebagai wahana pendidikan politik yang sehat menuju kehidupan nasional yang damai dan berkeadaban karena dalam pedoman hidup Islam warga Muhammadiyah tidak boleh apatis dengan dunia politik,” pungkas Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang ini. (*/pur)

Post a Comment

0 Comments