Bawaslu Awasi Ketat Pelipatan Surat Suara Pilpres Di Tangerang

Baca Juga

Nurhayati Solapari, Agus Muslim, dan Ahmad
Syaelendra saat melihat kerta surat suara.
(Foto: Istimewa/KPU)


NET – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten memerintahkan Bawaslu Kota Tangerang agar  mengawasi proses peliputan dan sortir surat suara Pemilu Presiden (Pilpres) secara ketat di Gudang Zoodia di Jalan Rawa Bokor, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

“Ya, saya diminta oleh Bawaslu Provinsi Banten untuk mengawasi proses peliputan dan sortir surat suara,” ujar Ketua Bawaslu Kota Tangerang Muslim kepada TangerangNet.Com, Rabu (6/2/2019).

Agus Muslim menjelaskan sejak surat suara Pemilu Presiden masuk ke Gudang Zoodia yang sejatinya adalah milik KPU Republik Indonesia dan kebetulan berlokasi di Kota Tangerang sehingga menjadi tanggung jawab Bawaslu Kota Tangerang untuk mengawasinya. Oleh karena itu, Komisioner Bawaslu Banten Nurhayati Solapari datang langsung ke lokasi pada Senin (4/2/2019).

“Nah, setelah melihat secara langsung kondisi gudang dan surat suara sehingga perlu pengawasan agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Saya tentu akan mengawasi gudang dan isinya bersama pengawas tingkat kecamatan dan kelurahan,” tutur Agus.

Dari pengawasan yang dilakukan, kata Agus, kegiatan pelipatan surat suara sampai Rabu (6/2/2019) ditemukan 127 surat suara yang rusak. “Pelipatan sudah berlangsung sejak kemarin dan sampai hari ini ada 127 lemba yang rusak. Surat suara yang rusak disisihkan agar tidak digunakan,” ucap Agus.

Agus Muslim dan Nurhayati perlihatkan kertas
surat suara Pilpres: ditemukan ada yang rusak.
(Foto: Istimewa/Bawaslu)


Sementara itu, Ketua KPU Kota Tangerang Ahmad Syaelendra mengatakan kegiatan di pergudangan tersebut adalah menjadi kewenangan KPU RI. Namun, karena lokasinya berada di Kota Tangerang sehingga KPU KPU Tangerang ikut membantu proses bila diperlukan. 

Syaelendra menjelasakan setelah kerta surat suara datang dilakukan penyortiran dan setelah dilakukan pelipatan. Jumlah surat suara yang akan dilipat tersebut mencapai 2 juta lembar lebih. “Kita sengaja mengundang komisioner Bawaslu dalam proses pelipatan ini,” ucap Syaelendra.

Menurut Syaelendra untuk melakukan pelipatan surat suara Pemilu Presiden tersebut dikerahkan sekitar 50 orang pekerja.  “Semoga pekerjaan penyortiran dan pelipatan kertas surat suara ini berjalan lancar,” ujar Syaelendra. (ril)

Post a Comment

0 Comments