Anak Punk Bawa Clurit, Diamakan Lalu Dibina Polisi

Baca Juga

Kapolsek Kembangan Kompol Joko Handono 
perlihatkan clurit yang disita dari anak punk. 
(Foto: Dade Fachri/TangerangNet.Com) 



NET - Enam anak  karena melakukan pencurian dengan membawa senjata tajam dan  menggunakan obat keras jenis Tramadol diamakan polisi.

Kapolsek Kembangan Komisari  Polisi Joko Handono mengatakan dalam pembinaan turut melibatkan Ustad Kaharudin Dopu untuk memberikan tausiah (nasihat) dan melaksanakan Sholat Magrib dan Sholat Isya berjamaah  di Musholah Polsek Kembangan.

Sebelum pelaksanaan tausiah diberikan pakaian, sarung, dan kopiyah untuk sholat berjamaah dan mengaji. Oleh karena saat awal diamankan mereka semua baju yang dipakai bergaya anak Punk.

"Untuk pembinaan mental dan rohani selanjutnya, anak-anak tersebut wajib mengikuti sholat berjamaah serta Sholat Tahajud dan dilanjutkan mengaji bersama di Musholla Polsek Kembangan," ujar Joko, Kamis (31/1),  kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Barat.

Selanjutnya, kata Kapolsek, anak-anak diwajibkan sekolah kembali dan selalu taat kepada orang tuanya. “Kita juga berikan arahan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya. Selanjutnya, keenam anak tersebut dikembalikan ke orang tuanya masing-masing.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kembangan Iptu Dimitri Mahendra mengungkapkan pihaknya mengamankan enam anak yang diketahui berinisial AS,12, PA, 14, MR, 14, MY. 14, RR, 14, dan FR, 13 bermula dari  informasi anggota Citra Bhayangkara di Lapangan Bola Porsekem Kembangan Utara, Kembangan Jakarta Barat, adanya 6 anak-anak yang membawa senjata tajam sedang naik tembok rumah yang diduga akan melakukan pencurian.

Mendapati informasi tersebut, Unit Reskrim langsung ke lokasi dan langsung mengamankan anak-anak tersebut. Dari penggeledahan didapatkan dua buah clurit, satu sepeda  dan enam strip obat jenis Tramadol dan pakaian yang dicuri saat dijemur.
  
"Kemudian keenam anak tersebut diamankan ke Polsek Kembangan, Jakarta Barat. Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui dari keenam anak tersebut sebelum melakukan pencurian terlebih dahulu berkumpul di suatu tempat dan dipaksa minum obat jenis Tramadol oleh AN, masing-masing anak meminum 5 sampai dengan 10 butir Tramadol," kata Dimitri.

Keeenam anak tersebut mengakui memakai obat jenis Tramadol sejak  2 tahun yang lalu. Mereka menggunakan obat jenis Tramadol agar bisa begadang dan menambah nyali atau jadi pemberani. 

Keenam anak tersebut ternyata sudah tidak sekolah dan apabila sekolah jarang masuk dan keterangan dari orang tuanya, mereka jarang pulang ke rumah .

"Mengingat pelaku masih di bawah umur, kita berikan pembinaan rohani dan memberikan imbauan untuk tidak mengulanginya lagi. Kita juga melibatkan tokoh agama, pihak sekolah guru , orang tua, dan Ketua RT, dan  P2TPA untuk di lakukan pembinaan," ungkap Dimitri. (dade)

Post a Comment

0 Comments