Sebagai Kado HUT Ke-18, Gubernur Hadiahkan Banten Lama Marmer

Baca Juga

Gubernur Banten H. Wahidin Halim saat 
meninjau revitalisasi Banten Lama 
beberapa waktu lalu. 
(Foto: Dokumentasi TangerangNet.Com)   



NET - Gubernur Provinsi Banten H. Wahidin Halim menjanjikan pada hari Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Banten ke-18, akan mengadiahkan kawasan Banten Lama dengan bangunan bahan material marmer.

Hal ini disampaikan Gubernur saat rapat Paripurna penyampaian Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun Anggaran 2018 di gedung DPRD Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP-3B), Jalan Syech Nawawu Albantani, Curug, Kota Serang, Senin (10/09/2018).

Gubernur menjelaskan melalui revitalisasi yang tengah dilakukan terhadap kawasan Banten Lama yang hingga saat ini sudah berjalan 40 persen dari yang direncanakan, akan dipasang marmer layaknya marmer yang terpasang di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

Selain itu, kata Gubernur, dalam revitalisasi ini diharapkan ke depannya Kawasan Banten Lama menjadi pusat wisata religi bertaraf internasional. ”Insya Allah, saya akan membangun marmer letaknya di Banten Lama,” tutur Gubernur.

Sementara itu, Gubernur mengatakan Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan tahun 2018 yaitu pendapatan daerah semula pada APBD Tahun Anggaran 2018 murni yang ditargetkan sebesar Rp 10,36 triliun, naik menjadi Rp 10,47 triliun.

Sedangkan belanja daerah semula pada APBD 2018 dianggarkan sebesar Rp 11, 36 triliun menjadi Rp 11,05 triliun. Mengenai SILPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) tahun anggaran sebelumnya, dijelaskan dalam APBD murni TA 2018 jumlah SILPA yang dicadangkan untuk menutup defisit anggaran adalah sebesar Rp 996,76 miliar.

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan Pemerintah Provinsi Banten TA 2017, jumlah SILPA sebesar Rp 752,40 miliar, artinya lebih kecil dari APBD murni TA 2018. (*/ril)

Post a Comment

0 Comments