Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Erupsi Gunung Sinabung, Terdampak Pada Penerbangan Bandara Soetta-Kualanamu

Aktifitas erupsi Gunung Sinabung 
terpantau kolom mencapai 1.000 meter. 
(Foto: Ist/wartabelanegara.com)  



NET - Erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Deli Serdang. Dampak tersebut dirasakan pada penerbangan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) - Bandara Internasional Kualanamu dan sebaliknya.

“Bandara Kualanamu saat ini mengalami penutupan operasional akibat aktivitas Gunung Sinabung. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penerbangan dari dan menuju Kualanamu mengalami keterlambatan (delay), pembatalan (cancel), hingga pengalihan penerbangan (divert),” ujar Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).

Yudistiawan mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai dan stakeholder terkait untuk memantau kondisi penerbangan serta mengantisipasi dampak yang terjadi.

“Dampak erupsi Gunung Sinabung turut berpengaruh terhadap penerbangan dari dan menuju Kualanamu, termasuk rute dari Bandara Soekarno-Hatta. Kami terus berkoordinasi dengan maskapai dan stakeholder terkait untuk memastikan kondisi penerbangan dan pelayanan kepada penumpang tetap terpantau,” ujar Yudistiawan.

Pada 1 September 2026, kata Yudistiawan, trafik penerbangan Bandara Soekarno-Hatta - Bandara Kualanamu dan sebaliknya tercatat sebanyak 41 pergerakan penerbangan, terdiri dari 20 kedatangan (arrival) dan 21 keberangkatan (departure), dengan estimasi 5.350 penumpang.

Yudistiawan menjelaskan sejalan dengan kondisi tersebut, terdapat 15 penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Kualanamu maupun penerbangan sebaliknya yang dibatalkan (cancel) akibat force majeure aktivitas vulkanik Gunung Sinabung. Selain itu, terdapat 14 penerbangan yang mengalami keterlambatan (delay).

“Untuk kondisi saat ini, kami bersama maskapai dan stakeholder terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung serta dampaknya terhadap operasional penerbangan. Koordinasi dan langkah-langkah antisipasi terus dilakukan untuk memastikan operasional dan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan sebaik mungkin,” jelas Yudistiawan.

Yudistiawan mengimbau calon penumpang yang melakukan perjalanan dari atau menuju Kualanamu untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai terkait status dan jadwal penerbangan.

“Kami mengimbau penumpang untuk terus memantau informasi penerbangan melalui maskapai masing-masing. Kami akan terus memberikan pelayanan dan melakukan langkah-langkah antisipasi sesuai dengan perkembangan kondisi,” ucap Yudistiawan.

Sebagaimana dilaporkan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi pada Rabu (2/9/2026) pukul 07.20 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak dengan warna kelabu hingga coklat dan bergerak ke arah timur serta tenggara.

Aktivitas erupsi Gunung Sinabung tercatat pada pukul 07.20 WIB. Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api Henry MT Simatupang, kolom abu teramati setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Kolom abu terlihat berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal. Arah sebarannya menuju timur dan tenggara.

Saat laporan aktivitas dibuat, proses erupsi masih berlangsung. Kondisi tersebut membuat aktivitas Gunung Sinabung terus mendapat pemantauan dari petugas.  (*/yos/pur)


Post a Comment

0 Comments