Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Belajar Dari Keterbatasan, Andra Soni Permudah Akses Pendidikan Anak-anak Di Banten

Gubernur Banten Andra Soni mendampingi 
Seskab Teddy Indra Wijaya menyalami pelajar. (Foto: Istimewa)

NET - Permudah akses pendidikan bagi seluruh anak-anak di Provinsi Banten secara berkeadilan dan merata. Gubernur Banten Andra Soni ini semakin kuat tekadnya karena pernah mengalami satu fase dalam kehidupannya mengalami kesulitan melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya.

Namun, Andra Soni merasa bersyukur ternyata ada orang baik yang menolongnya untuk terus melanjutkan pendidikan sebagaimana anak lain sekolah. Orang baik akhirnya menjadi orang tua asuh.

Kisah itu diungkapkan oleh Gubernur Banten Andra Soni saat menghadiri Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bersama anak jalanan, calon siswa Sekolah Rakyat 07 dan 08 di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (8/8/2026).

Hadir Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, serta Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid.

Menurut Andra Soni, pendidikan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi oleh negara kepada seluruh anak-anak bangsa. Pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam menentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada masa depan.

Oleh karena itu, Andra Soni meyakini jika salah satu cara agar kita bisa keluar dari kemiskinan, kesulitan dan keterbelakangan itu adalah melalui pendidikan. Maka dari itu, hadirnya Sekolah Rakyat (SR) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto itu merupakan harapan besar dalam rangka mencerdaskan seluruh anak bangsa.

“Hadirnya Sekolah Rakyat ini juga turut mengurangi angka putus sekolah di Provinsi Banten,” tuturnya.

Andra Soni mengucapkan terima kasih kepada Mensos saat ini sudah ada enam sekolah perintis Sekolah Rakyat di Provinsi Banten. Ini akan menjadi modal kita untuk mendorong terwujudnya generasi unggul dan berdaya saing.

“Apalagi Provinsi Banten sebagai daerah penyangga Jakarta,” ujarnya.

Seskab Teddy Indra Wijaya saat berdialog dengan para calon siswa Sekolah Rakyat, mengajak untuk meneladani Andra Soni. Usaha yang keras dibarengi dengan berdoa menjadikannya sebagai gubernur.

“Patut menjadi contoh bagi adik-adik yang hampir tidak bersekolah, yang siap sekolah di Sekolah Rakyat,” tuturnya.

Pada  2025, kata Teddy, ada 165 Sekolah Rakyat dan siswanya mencapai 43 ribu anak. Tahun ini ada penambahan 100 Sekolah Rakyat yang menjadi cita-cita presiden.

“Cita-cita Bapak Presiden Prabowo bagaimana caranya anak-anak Indonesia bisa sekolah. Yang tidak bisa sekolah bisa sekolah, yang belum bersekolah bisa sekolah, yang putus sekolah bisa sekolah,” kata Teddy.Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan para Gubernur, Bupati, dan Walikota sangat membantu dalam menyediakan lahan untuk sekolah. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan untuk menambah penyelenggaraan sekolah rintisan Sekolah Rakyat di Jakarta dan sekitarnya.

“Setiap Sekolah Rakyat mampu menampung 2.000 siswa SD, SMP, SMA. Yang dijangkau dalam sekolah rintisan tambahan ini adalah anak-anak yang sebagian besar tidak sekolah dan putus sekolah,” jelasnya.

“Mereka pada jam-jam sekolah itu kadang mengamen atau bekerja di pasar-pasar atau di tempat umum. Sekarang mereka sekolah dan memiliki harapan baru untuk maju,” tutur Gus Ipul. (*/yos/pur)


Post a Comment

0 Comments