Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Keluarga Almarhum Budi Kiswanto Terima Santunan Rp 42 Juta Dari BPJSTK

Kepala Cabang BPJS Tenaga Kerja Pluit Tetty 
Widayanti menyerahkan santunan kepada Ny. 
Erni Sudaryanti disaksikan tokoh masyarakat. 
(Foto: Istimewa)  




NET - Rasa duka yang menyelimuti atas kepergian almarhum Budi Kiswanto selamanya, agaknya sedikit terobati setelah keluarga menerima santunan sebesar Rp 42 juta dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJSTK).

Santunan tersebut diserahkan oleh Kepala Cabang BPJSTK Pluit Jakarta Utara Tetty Widayanti kepada Ny. Erni Sudaryanti di rumah kediaman almarhum di Bona Sarana Indah (BSI) RT 003 RW 07, Kelurahan Cikokol, Kota Tangerang, pada Rabu (8/7/2026). Penerima santunan Ny Erni adalah  istri dari almarhum Budi Kiswanto.

“Santunan ini, kami serahkan kepada keluarga almarhum Bapak Budi Kiswanto sebagai keikutsertaan almarhum pada program BPJSTK. Semoga santunan ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan yang diperlukan,” tutur Tetty Widayanti.

Hadir pada penyerahan santunan tersebut tokoh masyarakat Haji Yenno Munir dan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Hidayah BSI Haji Didin Samsudin.

Haji Yenno mengatakan perlu setiap warga untuk mengikuti program BPJSTK dengan uang iyuran atau premi tergolong kecil dengan judul Bukan Penerima Upah (BPU).

“Almarhum Bapak Budi ikut program BPU BPJSTK sejak Juni 2025 dan meninggal dunia pada hari Selasa, 7Juli 2026. Bila dihitung dari premi yang dibayarkan tidak sebanding. Nah, di sinilah keuntungan warga bila ikut program BPU BPJSTK,” ucap Haji Yenno Munir.

Haji Didin menyebutkan almarhum Budi Kiswanto adalah pengurus DKM Al Hidayah yang ketika ikut dalam proses pembangunan masjid sedang berlangsung.

“Kita memang dengan sengaja mengikutsertakan para pengurus masjid dalam program BPU BPJSTK,” ucap Didin yang mantan pejabat eselon dua Pemerintah Kabupaten Tangerang itu.

Dengan diterima santunan dari BPJSTK puluhan juta rupiah, kata Didin, perlu lagi dipertimbangkan untuk menambah jumlah pengurus DKM Al Hidayah untuk ikut program BPU BPJSTK.

“Pengurus DKM Al Hidayah sebagian besar adalah sudah pensiun atau tidak produktif lagi. Dengan ikut program BPU BPJSTK dapat membantu bila mana ada yang meninggal dunia meski tidak ada orang ingin meninggal dunia. Tapi, kita semua nantinya akan meninggal dunia,” tutur Didin dalam suatu perbincangan saat Budi Kiswanto meninggal dunia. (yos/pur)


Post a Comment

0 Comments