Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes
Pol. Raden Muhammad Jauhari serhkan
bingkisan kepada pengurus masjid.
(Foto: Istimewa)
Selain melaksanakan salat Jumat berjamaah, Kapolres berdialog langsung dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus DKM, dan jamaah untuk menyerap berbagai aspirasi sekaligus menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas.
Jauhari mengatakan program Jumat Keliling merupakan komitmen Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat dan mendengar langsung berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan.
"Program Jumat Keliling dan Jumat Curhat ini, kami laksanakan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Apa yang menjadi keluhan warga akan kami tindak lanjuti. Polisi tidak bisa bekerja sendiri, karena menjaga keamanan adalah tanggung jawab kita bersama," kata Jauhari.
Kapolres menjelaskan Polres Metro Tangerang Kota terus menjalankan berbagai program pelayanan kepada masyarakat, seperti Jaga Jakarta+, Jakarta On The Spot, door to door system, hingga layanan darurat 110.
Kapolres mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kelompok yang berpotensi mengganggu persatuan maupun keamanan lingkungan.
"Tumbuhkan kepedulian antar sesama, baik sesama umat maupun antarumat beragama. Dengan kepedulian, kita bisa mencegah munculnya kelompok yang ingin mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat," ujarnya.
Jauhari memberikan perhatian khusus terhadap maraknya aksi tawuran yang melibatkan anak-anak dan remaja.
Menurutnya, hampir setiap malam jajaran Polres Metro Tangerang Kota menggelar patroli dan razia sebagai langkah pencegahan.
"Kadang di rumah anak terlihat baik-baik saja, tetapi saat ke luar membawa celurit, stik golf, senjata tajam bahkan air keras. Karena itu, pengawasan dari keluarga sangat penting. Jangan biarkan anak-anak nongkrong sampai dini hari atau terjerumus minuman keras dan penyalahgunaan obat-obatan," tuturnya.
Sebagian besar, kata Kapolres, kasus tawuran dipicu konsumsi minuman keras maupun obat-obatan seperti tramadol dan eksimer.
"Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, mulai dari orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, RT, RW hingga seluruh elemen masyarakat. Kalau kita peduli sejak dari rumah, potensi tawuran bisa ditekan," katanya.
Kapolres menjelaskan komitmennya memberantas peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota.
"Saya sudah perintahkan seluruh jajaran untuk menindak tegas pelaku peredaran narkoba maupun obat-obatan terlarang. Kalau ada oknum anggota yang terbukti membekingi, laporkan kepada saya, pasti akan kami proses sesuai aturan," ujar Jauhari.
Usai dialog, Kapolres menyerahkan cinderamata kepada pengurus DKM Masjid Nurul Islam dan dilanjutkan makan siang bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah sebagai bentuk mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat.
Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung Program Jaga Jakarta+ dengan menjaga lingkungan, peduli terhadap keluarga, serta aktif melaporkan setiap potensi gangguan keamanan.
"Mari, kita jaga lingkungan, jaga warga, jaga aturan, dan jaga amanah. Awasi anak-anak kita, jauhi miras, narkoba, serta segala bentuk kekerasan. Jika mengetahui adanya tindak kriminalitas, tawuran, penyalahgunaan narkoba, maupun gangguan kamtibmas lainnya, segera laporkan melalui layanan Polisi 110 atau kepada Bhabinkamtibmas dan Polsek terdekat. Dengan kebersamaan, kita bisa mewujudkan Kota Tangerang yang aman, damai, dan kondusif," tutur Jauhari. (*/yos/pur)



0 Comments