| Ketua RW 07 Syafril Elain dan Ketua RT 01 sampai dengan RT 10 serta tokoh masyarakat di depan TPS. (Foto: Istimewa) |
Rencana penutupan tempat sampah tersebut tercetus setelah dilakukan rapat pengurus RW 07 yang dihadiri oleh 10 Ketua RT, penasihat RW, supir truk sampah serta warga dan tokoh masyarakat di Balai Warga RT 08 RW 07, pada Ahad (7/6/2026).
Ketua RT 08 Darmaji Madjek mengatakan rapat kali ini sengaja diundang supir truk pengangkut sampah agar pengrus RT dan RW mengetahui persoalan yang dihadapi dalam menangani masalah sampah.
“Alhamdulillah ada dua orang supir pengangkut sampah yang hadir yakni Pak Eddi dan Bang Amat. Kita tadi saat rapat, langsung menanyakan persoalan apa yang dihadapi saat pengangkutan sampah,” ujar Darmaji.
Ketua RW 07, Kelurahan Cikokol Syafril Elain menjelaskan dalam rapat tersebut disepakati untuk pengangkutan sampah akan dilakukan “langsung angkut”. Yakni gerobak datang (standby) di TPS tapi sampah tidak langsung dibuang namun menunggu truk pengangkut datang.
“Setelah truk datang, barulah petugas pengangkut sampah menaikan sampah ke truk sampah atau kontainer sampah. Nah, sudah disepakati akan dilakukan dua pekan mendatang yakni pada hari Jumat, 26 Juni 2026,” ujar Syafril Elain yang mantan Ketua KPU Kota Tangerang itu.
Sekarang ini, kata Syafril, Ketua RT 01 sampai dengan RT 10 melakukan sosialisasi kepada petugas pengangkut sampah di wilayah masing-masing. Waktu dua minggu untuk melakukan sosialisasi kepada masing-masing petugas sampah, rasanya cukup.
Sementara itu, H. Mahfud Effendi sebagai tokoh masyarakat RW 07 mengatakan guna mencegah pembuangan sampah liar dari luar warga RW 07 akan diaktifkan kembali portal sebelum masuk lokasi TPS. “Saya akan belikan gembok dan membuat anak kunci sesuai jumlah RT yang ada di RW 07. Terus ditambah dua lagi anak kunci untuk Pak Supir serta kunci serap satu,” tutur Mahfud yang wiraswasta itu.
Rencana tersebut mendapat sambutan dari dokter Meidina Ananda. “Saya setuju rencana tersebut. Sebab, dengan tidak dibuangnya lagi sampai di TPS akan mengurangi aroma bau busuk sampah. Coba Pak RW, kami sedang mengadakan kegiatan di sini aroma bau busuk tercium dan terpaksa tutup hidung,” tutur dokter Meidina sembari tersenyum. (yit/pur)



0 Comments