Instruktur pelatihan diberikan oleh Doktor Rusmono, Hy, S. Pd.I dari KPJ Institut, Pelopor Pendidikan Pemulia Jenazah, Masjid Raya Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Hidayah Haji Didin Samsudin mengatakan kegiatan pelatihan memandikan jenazah adalah menjadi kebutuhan kita sekarang ini. Pengurus DKM Al Hidayah melaksanakan kegiatan ini agar jemaah memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang memandikan jenazah.
“Kegiatan ini salah satu program pengurus agar jemaah memiliki pengetahuan dan punya keterampilan tentang memandikan jenazah. Syukur di antara peserta yang mengikuti pelatihan nantinya bisa menjadi petugas memandikan jenazah untuk lingkungan kita,” ucap Haji Didin.
Sebelum dilaksanakan pelatihan, Haji Rusmono memberikan Kuliah Umum Manajemen Kematian.
“Selama ini, kita berkesimpulan bahwa fardu kifayah itu bila sudah ada yang mengurus, maka menjadi gugurlah yang lainnya. Kalau berhenti sampai di sini pemahaman kita, maka kita rugi besar sebetulnya,” tutur Rusmono.
Fardhu Kifayah itu, kata Rusmono, adalah kewajiban sosial, gotong royong; semakin banyak yang ikut terlibat maka semakin mudah, ringan, cepat, dan baik.
Rusmono mengutip hadits Nabi Muhammad SAW. Rasulullah bersabda: Siapa yang memandikan jenazah, lalu ia menunaikan amanahnya dan jangan dibeberkan apa yang terdapat dalam tubuh mayat saat itu, maka ia akan terbebas dari dosanya seperti hati ketika ia dilahirkan oleh ibunya.Ibu-ibu peserta pelatihan
memandikan jenazah terlihat
serius mengikuti petunjujuk
para instruktur wanita.
(Foto: Istimewa)
Pada praktik memandikan jenazah dengan model seolah-olah jadi jenazah adalah Haji Riyanto. Rusmono memulai sejak dari persiapkan kain kafan sampai proses memandikan jenazah. Saat memandikan jenazah ada orang yang bertugas dengan satu orang menjadi pimpinan.
“Sedangkan lima orang lainnya ada yang bagian menyiram air, pegang selang, pegaang gayung, dan membersihkan tubuh jenazah saat disiram. Paling penting adalah saat memandikan jenazah jangan sampai menyakitinya,” ucap Rusmono mengingatkan.
Pada pelatihan tersebut, ikut pula Haji Hamid yang selama ini bertugas sebagai Amil RW 07, Kelurahan Cikokol, antara lain bertugas memandikan jenazah.
“Praktik ini bagus untuk memberikan pengetahuan kepada warga dan jemaah. Hanya, saat pelatihan tidak menggunakan air. Harapan saya semakin banyak warga peduli terhadap jenazah,” ujar Haji Hamid sembari tersenyum. (yit/pur)




0 Comments