Gubernur Banten Andra Soni ketika
menjawab pertanyaan peneliti secara daring.
(Foto: Istimewa)
Andra Soni mengatakan hal itu saat wawancara virtual kepada sejumlah peneliti dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Penelitian fokus pada isi political will dalam konsolidasi kelembagaan pemerintahan daerah di Provinsi Banten.
“Banten menjadi daerah tujuan penelitian karena dinilai menjadi daerah otonomi yang berhasil pasca berpisah dari Jawa Barat (Jabar) pada 4 Oktober 2000 lalu,” ungkap Andra Soni di Kota Serang, pada Rabu (24/6/2026),
Para peneliti IPDN melihat, perkembangan Provinsi Banten saat ini begitu pesat pada usianya yang masih terbilang muda. Hal itulah yang menarik mereka untuk melakukan penelitian lebih jauh, terutama pada sektor political will dan konsolidasi kelembagaan yang dilakukan.
Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan dalam tata kelola kelembagaan, menerapkan manajemen talenta sehingga semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendapatkan hak yang sama secara berkeadilan. Kebijakan itu juga, dapat menghindari berbagai intervensi dari pihak luar.
“Ini juga sesuai dengan arahan dari bapak Prabowo - Presiden - yang menekankan agar kami para kadernya yang dipercaya masyarakat untuk bekerja dengan baik dan benar,” katanya.
Diakui Andra Soni, penempatan ASN yang sesuai dengan talentanya itu sangat penting dalam mendukung tercapainya visi misi gubernur dan wakil gubernur. Oleh karena itu, sejak dipercaya masyarakat, seluruh kebijakan yang diambil untuk kepentingan masyarakat Banten secara luas.
Selain itu, Andra Soni memperketat belanja agar lebih efektif dan tepat sasaran. Misalnya untuk belanja modal dikurangi dan dialokasikan untuk program sekolah swasta gratis yang sudah berjalan.
Kepada peneliti IPDN, Andra Soni menjelaskan bahwa sejak sekolah SMA, SMK dan SKh Negeri dialihkan kewenangannya ke provinsi, Pemprov Banten sudah mengambil kebijakan sekolah gratis. Di tahun pertama menjabat, program itu diperluas dengan menyasar sekolah swasta. Pada tahun pertama, sudah ada sekitar 801 sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemprov Banten dalam penyelenggaraan pendidikan gratis dengan sasaran kelas X.
“Pada tahun kedua ini, kita tambah sampai kelas XI. Tidak sampai di situ, kita juga memberikan ruang kepada MA untuk penyelenggaraan sekolah swasta gratis. Tahun pertama ini, kami memberikan kuota sebanyak 10.000 siswa madrasah,” jelasnya.
Selain fokus ke pendidikan, Andra Soni juga terus memperkuat infrastruktur melalui Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Ia meyakini dengan infrastruktur yang baik, konektivitas antarwilayah akan baik dan peningkatan ekonomi meningkat serta biaya transportasi akan dapat ditekan.
“Masyarakat mendapatkan dampak positifnya secara langsung,” ujarnya. (*/pur)



0 Comments