Dua atlet tenis meja putri saling
berhadapan pada kejuaran tersebut.
(Foto: Istimewa)
Walikota Tangerang H. Sachrudin menyatakan olahraga sebagai kekuatan baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan promosi kota.
“Alhamdulillah, Kota Tangerang semakin dipercaya menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan bergengsi. Kami terus mendorong pengembangan sport tourism, di mana olahraga tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga menjadi daya tarik yang mampu menggerakkan roda perekonomian serta mempromosikan kota,” tutur Sachrudin.
Kejuaraan yang dibuka langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni ini diikuti ratusan atlet dari seluruh Indonesia hingga mancanegara, mempertegas posisi Tangerang sebagai destinasi event olahraga berskala besar.
Sachrudin menilai kepercayaan tersebut menjadi modal penting dalam mendukung ambisi besar Provinsi Banten menjadi tuan rumah PON 2032.
Gubernur Banten Andra Soni pun optimistis target tersebut dapat terwujud, seiring masifnya pembinaan atlet dan kesiapan infrastruktur olahraga.
“Insya Allah Banten akan menjadi tuan rumah PON 2032. Kami bersama Ketua KONI sedang berupaya meyakinkan Pemerintah Pusat bahwa Banten layak menjadi tuan rumah PON bersama dengan Lampung. Dan mudah-mudahan kelak salah satu dari anak-anak kita bisa ikut bertanding,” ujarnya.
Gubernur mengapresiasi peran aktif Pemerintah Kota Tangerang dalam menyukseskan kejuaraan hingga menarik partisipasi internasional.
“Saya terima kasih kepada panitia, sponsor, khususnya kepada Walikota, karena kejuaran kali ini diikuti sekitar 700 atlet, baik dari seluruh Indonesia bahkan dari Korea,” ucapnya.
Berdasarkan laporan panitia, sebanyak 665 atlet ambil bagian dalam kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari ini, termasuk atlet paralimpik serta kontingen dari Korea Selatan dan Korea Utara.
Sebagai penutup acara, Walikota dan Gubernur turun langsung ke meja pertandingan dalam laga ekshibisi, menambah semarak sekaligus menegaskan semangat sportivitas di Kota Tangerang. (*/pur)



0 Comments