Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Menjaga Izzah (Kemuliaan) Dalam Perjuangan

Ahmad Khozinudin.
(Foto: Istimewa)  




Oleh: Ahmad Khozinudin, S.H.

 



IZZAH berasal dari bahasa Arab. Maknanya: kemuliaan, kehormatan, harga diri, dan kekuatan. Menurut AI, Konsep ini merujuk pada martabat tinggi yang bersumber dari Allah, di mana seorang mukmin menjaga kehormatan dirinya agar tidak direndahkan, sejalan dengan kedekatannya kepada Sang Pencipta.


Izzah seorang pejuang, bukan diukur dari kemenangan. Bahkan, boleh saja seseorang kadangkala kalah. Tapi, tak ada kompromi untuk berkhianat.


Izzah tak mungkin tersisa, dari seorang pribadi yang melakukan pengkhianatan. Izzah, tak diukur atas kepemilikan harta atau jabatan, tak disandarkan pada parameter mobil listrik, mobil VW (VolksWagen), hp (handphone) berjubel di kantong celana, apalagi hanya karena nominal isi rekening.


Akan tetapi izzah seorang pejuang, diukur pada konsistensi atas nilai perjuangan. Kejujuran, kesetiakawanan, bahkan pasang badan demi keselamatan kawan perjuangan.


Tak ada sisa izzah sedikitpun, bagi mereka yang mencari selamat sendiri dan meninggalkan kawan seperjuangan. Apalagi, memamerkan pengkhianatan sebagai sebuah pencapaian, tanpa rasa malu membanggakan itu, dan mengaku diri paling cerdas memanfaatkan situasi untuk meraih tujuan pragmatis.


Bahkan izzah, bukanlah nisbah yang diberikan oleh manusia. Izzah adalah predikat dari Allah SWT, yang bersandar pada ketakwaan seorang hamba. Izzah, adalah murni urusan seorang hamba dengan Rabb-Nya, baik saat sunyi maupun saat dalam keramaian.


Izzah tak mungkin ada, pada diri yang selalu mengarang takdir perjuangan akan selalu berujung penjara. Orang seperti ini adalah orang yang tidak punya iman, bahkan konfirmasi kepengecutan seorang munafik yang tak paham lezatnya ujian kehidupan.


Wahai hamba yang merindukan kemuliaan, sesungguhnya cukuplah Allah SWT sebagai tujuan. Cukuplah izzah itu karena ketaatan, izzah yang akan menuntunmu selalu terikat dengan komitmen perjuangan.


Menjaga izzah, harus selalu karib dengan mereka yang punya komitmen terhadap perjuangan. Jauhilah, orang-orang yang lemah dan melemahkan. Berkumpullah, dengan orang Sholeh yang akan selalu menguatkan komitmen perjuangan.


Izzah bukan hasil. Melainkan sebuah proses panjang, hingga tinta kehidupan kering, dan yang tersisa dalam buku catatan kehidupan hanyalah perjuangan demi perjuangan. Hingga catatan itu, diajukan kepada Rabb semesta alam, pada hari perhitungan.


Izzah sejati, akan membawa pemiliknya pada ridlo Allah SWT dan surga-Nya. Amien.


Tetap konsisten dan semangat sahabat juang….. (***)



Penulis adalah Advokat & Aktivis


Post a Comment

0 Comments