Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Walikota Tepis Adanya Permainan Praktik Transaksional Pengangkatan Jabatan

Walikota Tangerang H. Sachrudin saat 
melantik 183 pegawai. 
(Foto: Istimewa)  



NET - Walikota Tangerang H. Sachrudin menepis adanya permainan praktik transaksional dalam mengangkat pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang. “Tidak ada praktik transaksional ataupun konflik kepentingan yang melatarbelakangi setiap penugasan jabatan di lingkungan Pemkot Tangerang,” ujar Sachrudin, Rabu (31/12/2025).

Hal itu ditegaskannya setelah melantik dan mengambil sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Pejabat Fungsional, serta penugasan Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang, di ruang Al Amanah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jalan Satria Sudirman.


"Seluruh proses pengisian jabatan yang dilaksanakan pada hari ini tidak didasarkan pada praktik transaksional dalam bentuk apa pun. Tidak ada jual beli jabatan, tidak ada kepentingan pribadi maupun kelompok, serta tidak ada tekanan dari pihak mana pun," tutur Sachrudin.


Sachrudin menyebutkan sistem merit yang berbasis kinerja dan kompetensi diterapkan secara objektif sesuai kebutuhan organisasi.


"Seluruh tahapan dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel, dengan berpedoman pada prinsip sistem merit, yaitu kesesuaian antara kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan integritas dengan kebutuhan organisasi," ucapnya di hadapan pejabat dan awak media.


Kepada para pejabat yang dilantik, Sachrudin berpesan agar teguh memegang amanah jabatan dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.


"Ingatlah bahwa jabatan bukanlah hak, melainkan kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan negara. Semoga amanah yang diberikan ini, dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," harapnya.


Adapun pejabat yang dilantik ada 183 pegawai, di antaranya empat pejabat menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama, 11 pejabat administrator dan 33 pejabat pengawas, 25 pejabat fungsional serta 110 guru yang ditugaskan sebagai kepala sekolah.


"Sebagaimana halnya manusia ada batas usia, harus pensiun, mengembangkan karier, dan sebagainya. Maka dari itu organisasi perlu penyegaran agar terus meningkatkan pelayanan bagi masyarakat," pungkas Sachrudin.


Sementara itu, Haji Eri, warga Cikokol, Kecamatan Tangerang, mencium setiap kali ada pengangkatan  pejabat beraroma faktor kedekatan.


“Contoh paling konkret pelantikan Dirut Perumda Pasar Kota Tangerang. Meski ada seleksi tapi itu hanya formalitas saja dan orang yang lulus sudah ada di kantong,” ungkap Hari Eri sembari tersenyum. (*/pur)

 

 

Post a Comment

0 Comments