| Gubernur Banten Andra Soni menyaksikan pelajar SMKN 1 Pandeglang praktik pelayanan perbankan terhadap nasabah. (Foto: Istimewa) |
NET - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pandeglang, Jalan Raya Labuan Km 5, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Jumat (19/12/2025) dikunjungi oleh Gubernur Banten Andra Soni. Kunjungan ini dilakukan guna memantau progres pembangunan dan rehabilitasi 13 ruang kelas, sekaligus memastikan optimalisasi pengembangan pendidikan vokasi di wilayah tersebut.
Gubernur mengatakan peninjauan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan serta memperkuat keselarasan (link and match) antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Pada kunjungan tersebut, Gubernur Andra Soni menyaksikan sejumlah unit praktik pembelajaran berbasis industri atau teaching factory (TeFa) yang dikelola secara mandiri oleh pihak sekolah. Fasilitas yang ditinjau antara lain Business Center, Hotel Besona, Laundry Besona, Bank Mini, serta Mini ISP.
Gubernur menilai ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk rehabilitasi ruang belajar yang sedang berjalan, merupakan faktor krusial dalam mendukung ekosistem pembelajaran vokasi yang relevan dengan tuntutan zaman.
“SMK Negeri 1 Pandeglang ini luar biasa. Teaching factory berjalan, kerjasama dengan dunia usaha dan industri juga terlihat nyata. Dengan dukungan sarana yang memadai, inilah implementasi nyata dari link and match antara pendidikan dan dunia kerja,” ujar Andra Soni di sela-sela kunjungannya.
Gubernur berharap pembangunan fisik yang tengah dilakukan dapat menunjang kualitas pembelajaran praktik siswa. SMK harus mampu mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki mental dan kompetensi wirausaha sesuai keahliannya.
Selain itu, Andra Soni menyambut positif target SMKN 1 Pandeglang untuk bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Status BLUD dinilai strategis untuk memperkuat kemandirian manajemen dan profesionalisme pengelolaan sekolah.
“Saya berharap target SMK Negeri 1 Pandeglang menjadi BLUD dapat segera terwujud. Model pengelolaan seperti ini bisa menjadi rujukan bagi SMK lainnya di Provinsi Banten,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Pandeglang Muhammad Juwayni mengapresiasi perhatian khusus Gubernur Banten terhadap peningkatan fasilitas pendidikan vokasi. Perbaikan infrastruktur sekolah memberikan dampak signifikan terhadap kenyamanan dan efektivitas proses belajar mengajar.
“Pembangunan dan rehabilitasi ruang sekolah ini sangat mendukung kegiatan pembelajaran praktik. Dukungan Bapak Gubernur menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan SMKN 1 Pandeglang sebagai sekolah vokasi yang mencetak sumber daya manusia unggul, siap kerja, dan siap berwirausaha,” pungkas Juwayni. (*/pur)



0 Comments