Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Jelang Nataru, Walikota: Harga Harus Stabil Dan Daya Beli Masyarakat Terjaga

Walikota Tangerang H. Sachrudin ketika 
memimpin rapat ketahanan pangan. 
(Foto: Istimewa)  


NET -  Tingkat inflasi daerah di Kota Tangerang hingga Oktober 2025 berada pada posisi terkendali yakni 2,54 persen year-on-year, sekaligus menjadi yang terendah di Provinsi Banten. Capaian tersebut, merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Syukur Alhamdulillah, inflasi Kota Tangerang masih yang terendah di Banten. Ini buah dari kerja keras dan sinergi seluruh unsur TPID, Forkopimda, Bank Indonesia, Bulog, BPS, serta perangkat daerah,” ujar Walikota Tangerang H. Sachrudin  pada kegiatan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tangerang 2025 di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jalan Satria Sudirman, Rabu (26/11/2025).

Walikota mengatakan namun menjelang Nataru, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.

Pada kegiatan bertema Penguatan Koordinasi dan Strategi TPID dalam Menjaga Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat tersebut, Walikota menjelaskan pentingnya konsistensi pelaksanaan strategi 4K: ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Kita harus memastikan pasokan cukup, harga tetap terjangkau, distribusi barang lancar, dan informasi tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Ini kunci kesiapan kita menghadapi Nataru,” tuturnya.

Sachrudin meminta seluruh jajaran memperkuat langkah antisipatif melalui peningkatan pemantauan harga harian.

“Kita harus memastikan kecukupan stok komoditas strategis, menyiapkan pasar murah apabila terjadi lonjakan harga, menjaga kelancaran distribusi dan keamanan pasar, serta meningkatkan koordinasi dan sistem peringatan dini (early warning system),” jelasnya.

Disampaikan pula, seluruh upaya yang ditempuh Pemkot Tangerang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di momentum akhir tahun.

“Tujuan kita jelas: menjaga daya beli masyarakat dan memastikan perayaan Nataru berlangsung aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga,” ungkapnya.

Dengan kesiapan kebijakan dan penguatan koordinasi lintas lembaga, Walikota optimistis stabilitas harga dapat terjaga sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat menjelang akhir tahun.

“Kami menargetkan perayaan Nataru dapat berlangsung aman, lancar, serta tidak mengganggu daya beli masyarakat,” tuturnya. (*/pur)




 


Post a Comment

0 Comments