
Ketua Dewan Pembina IMI Bambang
Soesatyo konferensi pers IMX 2025.
(Foto: Istimewa)
“IMX adalah wajah otomotif Indonesia di mata dunia, modern, kreatif, dan berdaya saing. Dari ajang ini lahir peluang ekonomi baru, mendorong industri aftermarket, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kultur otomotif global,” ujar Bamsoet pada press conference IMX 2025 di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Hadir Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Ketum IMI Moreno Soeprapto, Project Director IMX Andre Mulyadi serta pembalap Rifat Sungkar.
Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, gelaran IMX
yang digelar mulai 10 sampai dengan 12 Oktober 2025 memasuki tahun kedelapan mengusung tema “8VOLUTION”. Sejak pertama kali digelar, IMX terus mencatatkan pertumbuhan signifikan. Pada 2024 lalu, lebih dari 80 ribu pengunjung hadir secara langsung maupun daring. Untuk 2025, jumlah itu diperkirakan meningkat seiring makin banyaknya partisipasi internasional.
"IMX tidak hanya menampilkan kendaraan hasil modifikasi. Ajang ini memadukan otomotif dengan gaya hidup dan pop culture melalui berbagai program interaktif. Seperti Grind Boys New Boys on The Wheels, Lifestyle Magnet, Garage Sale, Gala Dinner, New Cars Dress Up, Tech Area, hingga Ultimate Roll of Fame," ucap Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini memaparkan nama-nama legendaris dunia modifikasi dipastikan hadir. Di antaranya, Wataru Kato dari Liberty Walk, Smokey Nagata dari Top Secret, serta Ichiraku dari Rauh-Welt Begriff (RWB) Jepang.
Deretan nama besar lain juga hadir. Mulai dari Big Mike, Ryan Rywire, Musa Tjahjono, hingga Takahiro Ueno dari Vertex Japan dan Kuhl Racing Japan. Kehadiran tokoh-tokoh besar dunia ini menegaskan IMX sebagai magnet bagi pecinta otomotif mancanegara.
“IMX adalah bukti nyata bahwa kreativitas anak bangsa bisa bersaing di level internasional. Kita menghadirkan ikon-ikon dunia modifikasi, kolaborasi global, sekaligus membuktikan bahwa builder Indonesia mampu bersaing dengan dunia, bahkan mendapat tempat terhormat dalam kultur otomotif dunia," pungkas Bamsoet. (*/pur)



0 Comments