![]() |
| Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Ahmad Tholabi dan Ketum Himapol Indonesia Thariq Rifqi Verdyansah serta akademisi UIN. (Foto: Istimewa) |
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan hal itu pada Dies
Natalis 1 Dekade Himpunan Mahasiswa Politik (Himapol) Indonesia di Aula
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah, Jalan Juanda No. 95, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Senin
(4/8/2025).
“Selamat atas 10 tahun eksistensi Himpunan Mahasiswa Ilmu
Politik Indonesia,” ucapnya.
“Selamat Ulang Tahun Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik.
Teruslah mengabdi, berpikir kritis, dan bergerak untuk Indonesia,” tutur Andra
Soni.
Dikatakan, sepuluh tahun bukanlah sekadar angka. Namun
merupakan akumulasi dari ide, kerja keras, perjuangan, dan pengabdian nyata
dari para mahasiswa yang berkomitmen untuk mengabdi kepada Indonesia meskipun
dari ruang kampus.
“Mengabdi bukan hanya tugas birokrat atau pejabat. Ini
adalah tanggung jawab seluruh anak bangsa termasuk mahasiswa. Bagi mahasiswa
politik, pengabdian itu berarti mengawal demokrasi dengan pikiran kritis,
membangun kesadaran masyarakat, dan terus menjadi agen perubahan sosial yang
beretika dan berintegritas,” ungkap Andra Soni.
“Saat ini, kita menghadapi beberapa tantangan. Pertama
polarisasi politik, mis-informasi digital, serta tantangan isu lingkungan hidup
dan kesenjangan pembangunan daerah,” ujarnya.
Dikatakan, peran mahasiswa sangat vital dalam mewujudkan
politik yang bersih dan transparan, menjaga semangat kebangsaan di atas
perbedaan identitas, serta mendorong partisipasi publik berbasis kesadaran dan
literasi.
“Pemerintah Provinsi Banten terbuka terhadap inisiatif
akademik dan gerakan mahasiswa. Membangun daerah tidak hanya bisa dengan top
down, diperlukan kolaborasi. Mahasiswa sebagai mitra kritis dan kreatif.
Pemerintah sebagai fasilitator perubahan dan pelaksana kebijakan,” ungkap Andra
Soni.
“Mari, kita hidupkan diskursus politik yang sehat. Kita
kawal pembangunan agar tak melupakan keadilan sosial dan keberlanjutan,” ucapya.
Andra Soni berharap Himapol Indonesia terus menjadi kekuatan
moral dalam kehidupan berbangsa, menjadi laboratorium ide-ide kebijakan publik,
serta menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang substantif.
“Jangan pernah ragu untuk menjadi berbeda. Mahasiswa ilmu
politik harus menjadi penjaga nalar publik, bukan pengikut arus pragmatisme,”
pesannya.
Wakil Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta Ahmad Tholabi berpesan agar Himapol Indonesia terus
menjaga integritas dalam perjuangannya.
“Tanpa integritas, ilmu hanya akan menjadi abu. Himapol
harus mampu membangun jejaring strategis lintas generasi dan sektor, serta
menjadi pionir demokrasi yang berbasis nilai, kejujuran, dan keadilan,”
ungkapnya.
Ketua Umum (Ketum) Himapol Indonesia Thariq Rifqi Verdyansah
menyebutkan Himapol bukanlah oposisi kekuasaan, melainkan katalisator kebijakan
publik yang berpihak pada kesejahteraan dan keadilan sosial.
“Himapol adalah pendorong, penyambung, dan penjaga arah
kebijakan publik yang berpijak pada nurani sosial,” ucapnya. (*/pur)




0 Comments