![]() |
| Kwik Kian Gie. (Foto: Istimewa/WK) |
KABAR meninggalnya ekonom sekaligus tokoh politik Kwik Kian
Gie, hilir mudik di sejumlah GWA. Meski tak pernah berjumpa langsung, namun
pemikiran Pak Kwik penulis konsumsi dari sejumlah tulisan dan media.
Kalau Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra mengaku Anak
Ideologis dari Natsir, mungkin tidak terlalu berlebihan jika penulis menyebut
sosok Bang Anthony Budiawan adalah ekonom penerus pemikiran Kwik Kian Gie.
Dengan Bang Anthony, penulis sering berinteraksi fisik dan pemikiran, baik
dalam forum diskusi daring maupun pertemuan fisik.
Meski kami punya latar belakang berbeda, namun Pemikiran
Ekonomi Bang Anthony Budiawan mampu penulis ikuti. Sebagaimana Bang Anthony
Budiawan juga mengikuti sejumlah pemikiran hukum yang penulis lontarkan.
Meski tak mengklaim sebagai ekonom sosialis (apalagi
komunis), kritik tajam Pak Kwik atas praktik ekonomi kapitalisme yang
membelenggu negeri ini, ibarat pisau tajam yang membedah kangker ganas
kapitalisme. Dulu, ada Ekonom UGM (Universitas Gajah Mada) Pak Reviswon Baswir
yang juga kritis, tapi entah saat ini di mana dan bagaimana kabarnya....
Secara umum, pemikiran para ekonom yang kontra Kapitalisme,
tak bisa lepas dari pemikiran Prof Mubiyarto. Pakar ekonomi kerakyatan
sekaligus bisa disebut Ekonom Pancasila.
Belakangan, dari Alumni UGM ada Bang Deviyan Cori yang juga
ikut mahzab pemikiran Prof Mubiyarto menamakan dirinya sebagai Ekonom
Konstitusi. Entah, tipologi dari klasifikasi yang tegas membedakan seperti apa,
antara Ekonomi Kerakyatan, Ekonomi Pancasila dan Ekonomi Konstitusi.
Tapi yang jelas, ketiganya punya garis komando yang jelas.
Anti kapitalisme. Anti eksploitasi dan kolonialisme.
Bangsa Indonesia, punya banyak tokoh. Satu di antaranya
adalah Pak Kwik Kian Gie. Dan hari ini, Pak Kwik telah berpulang...
Pada saat yang sama, belum ada Ekonom dan tokoh politik yang
se-kaliber Pak Kwik. Bang Rizal Ramli telah berpulang, Bang Faisal Basri telah
berpulang, menyusul Pak Kwik...
Semoga, akan selalu tumbuh dari rahim negeri ini,
tokoh-tokoh pencerah peradaban. Yang akan selalu berpihak pada rakyat kecil,
atau meminjam istilah PDIP, selalu berpihak pada wong cilik....
Sugeng Tindak Kwik.....(***)
Tangerang, 29 Juli 2025. Di Ruang sidang Charlie Chandra PN
Tangerang.
Penulis adalah Advokat




0 Comments