Kini Vaksinasi Giliran Orang Gangguan Jiwa Dan Kemampuan Terbatas

Baca Juga

Petugas medis menyuntikan vaksin kepada 
salah orang dengan kemampuan terbatas. 
(Foto: Istimewa)   



NET - Program vaksinasi Covid-19 di Kota Tangerang secara perlahan terus berjalan. Satu per satu, kelompok masyarakat mulai mendapat suntikan vaksin. Dinas Kesehtan masih terus melangsungkan vaksinasi lansia dan tenaga pendidik melalui 36 puskesmas mulai menyasar vaksinasi ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) dan disabilitas (kemampuan terbatas), yang dilakukan secara door to door.

Salah satunya, Puskesmas Gembor, Kecamatan Periuk, yang kian gencar melakukan vaksinasi ODGJ dan disabilitas. Kepala Puskesmas Gembor dokter Andi Hidayat mengungkapkan di wilayahnya ada 40 ODGJ dan 70 disabilitas yang akan divaksinasi hingga sepekan ke depan.

“Satu tim kita kerahkan empat tenaga kesehatan. Mendatangi satu per satu rumah ODGJ dan disabilitas, melakukan pendekatan ke keluarga dan peserta vaksin. Tidak dipungkiri, vaksinasi ini membutuhkan keahlian khusus, karena tak sedikit mereka ngamuk saat didatangi orang banyak, dan proses vaksin pun membutuhkan waktu lebih banyak,” ujar dokter Andi kepada wartawan, Selasa (8/6/2021).

Dokter Andi menjelaskan saat ini Puskesmas masih terus melakukan vaksinasi lansia dan tenaga publik. Di sisi lain, Puskesmas juga melakukan sweeping vaksinasi door to door dengan sasaran lansia, ODGJ dan disabilitas.

“Kami berharap, semangat Pemerintah Kota Tangerang dan tenaga pendidik dalam proses vaksinasi berbanding lurus dengan para peserta vaksinasi. Dengan begitu, vaksinasi di Kota Tangerang bisa berlangsung dengan cepat dan lancar,” katanya.

Salah seorang ayah peserta vaksinasi ODGJ, Kosim Jubaidilah mengaku sangat terbantu dengan vaksinasi door to door ini. “Saya senang, sangat terbantu, dan lebih merasa terjaga dari penyakit. Kami pun merasa diperhatikan, dipermudah dan tak merasa dikesampingkan,” ucap Kosim.  

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dokter Liza Puspadewi mengungkapkan vaksinasi ODGJ dan disabilitas mulai dilakukan sejak Sabtu (5/6/2021). Dengan sasaran sekitar 800 ODGJ, Dinkes menargetkan rampung hingga seminggu ke depan.

“Secara pelaksanaan sama dengan  vaksinasi tenaga pendidik atau lansia. Sebelum divaksin, yang bersangkutan dilakukan screening terlebih dahulu, jika sehat, vaksinasi langsung dilakukan. Khusus kelompok ini, kita lakukan door to door untuk mempermudah keluarga, untuk mendapat layanan vaksinasi gratis ini,” papar dokter Liza, saat ditemui di ruang kerjanya. (*/pur)

Post a Comment

0 Comments