Sekretaris Kecamatan Ciputat Luruskan Info Adanya Jual Beli Bansos

Baca Juga

Aktifitas pembagian sembako di Ciputat.
(Foto: Bambang TR/TangerangNet.Com) 





NET - Terkait adanya pemberitaan di sebuah media onlline yang mengutif pernyataan dua orang warga Kelurahan Ciputat yang menuding adanya praktik jual beli paket Bansos Presiden di Kelurahan Ciputat, mendapat tanggapan dan klarifikasi dari Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Ciputat H. Ali Akbar, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Ciputat serta Plt Kelurahan Ciputat tersebut.

Kepada TangerangNet.Com, pada Selasa (30/6/2020) pagi, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Pinang H. Ali Akbar menjelaskan apa yang disampaikan oleh dua orang yang mengaku warga Kelurahan Ciputat tersebut dipastikan tiddak benar dan hal tersebut disebabkan terjadinya miss komunikasi.

"Kenapa tidak ditanyakan langsung kepada saya selaku Plt Lurah Ciputat dan juga selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Ciputat. Harusnya dikonfirmasi dahulu oleh warga tersebut kepada lurahnya benar tidak adanya jual beli paket Bansos Presiden tersebut. Begitu juga dengan media online yang mengangkat kabar burung tersebut, biar obyektif dan transfaran beritanya," ujar Ali.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Ciputat tersebut menjelaskan berkaitan dengan penyaluran dan distribusi paket Bansos sembako dari Presiden RI melalui Kemensos tersebut sampai saat ini penyalurannya sudah sampai pada tahap lima dari tanggal 16 sampai dengan 28 Juni 2020. Bansos Presiden tersebut diiterima oleh Kecamatan Ciputat dan khususnya untuk Kelurahan Ciputat telah di distribusikan pada Jum'at, 26 Juni 2020 bada Mahgrib sampai dengan tengah malam.

"Bansos dari Presiden tersebut diambil langsung oleh 15 Ketua RW dan perwakilan dari 55 RT yang ada di Kelurahan Ciputat. Alhamdulillah semuanya berjalan tertib dan lancar. Adapun berkaitan dengan adanya berita terjadinya jual beli sembako Bansos dari Presiden yang terjadi di Komplek Kompas 3 Jalan Bawang Putih 3 di RW 8. Saya sudah melakukan konfirmasi dengan Ketua RW 8 Iwan Rosyadi, tidaak benaar Bansos dari Presiden tersebut yang berjumlah 1.050 an  diperjualbelikan," tutur Ali Akbar.

Bansos dari Presiden tersebut merupakan paket Bansos dari usulan warga  melalui RW 08 langsung kepada Kementerian Sosial lewat bantuan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dengn data 1.000 copy KTP (Kartu Tanda Penduduk), di luar jalur usulan Kelurahan Ciputat dan juga Kecamatan Ciputat. Dan setelah turun Bansos dari Presiden tersebut, mereka LSM harus mengambil ke bagian logistik di Kementerian Sosial dengan menyewa mobil truck dan bayar kuli panggul. Bayar kuli panggul. Dan untuk membayar sewa mobil truck dan kuli panggul tersebut, mereka warga RW 08 pada bayar iuran seikhlasnya. Jadi tidak ada unsur jual beli Bansos Presiden seperti yang dituduhan oleh dua orang yang mengaku warga Kelurahan Ciputat. 

"Saya juga sudah klarifikasi dengan Sekel Ciputat Pak Herlambang serta Kasie Kesos, Kecamatan Ciputat Pak Santosa dan Kasie Kesos kelurahan Ciputat Ibu Febi. Jadi bukan dari Bansos usulan dari Kecamatan dan Kelurahan Ciputat yang diberikan pada warga di Kelurahan Ciputat, tapi dari usulan LSM itu sendiri yang peduli pada warga Kelurahan Ciputat kepada Kemensos RI," ungkap Ali Akbar.
(btl)

Post a comment

0 Comments