![]() |
Ketujuh terdakwa seusai dituntu jaksa. (Foto: Suyitno/TangerangNet.Com) |
NET - Sidang lanjutan perkara peredaran narkotika jenis sabu
yang dilakukan oleh sindikat narkotika Kelompok Aceh dengan 7 orang terdakwa
dituntut masing-masing 17,5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.
Tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad
Erlangga, SH dan Indah, SH di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Jalan TMP
Taruna, Kota Tangerang, Senin (15/6/2020).
Ketujuh terdakwa tersebut yakni Mustofa Kamal bin Mansur, Faisal alias Bukhori,
Sarwan M. Sham, M. Isa Faisal, Ali Imron, Fajar Sidik, dan Jumanis. Dalam sidang
tersebut ketujuh terdakwa dipisah dalam dua perkata yakni nomor 170 dan 176.
Majelis Hakim yan diketuai oleh Sri Suarno, SH mendengarkan
pembacaan untuk tuntutan oleh JPU. Dari tujuh terdakwa, limar orang di antaranya
dituntut selama 17 tahun 6 bulan penajara atau 17,5 tahun dan denda Rp 1
miliar. Mereka itu terdakwa Mustofa Kamal bin Mansur, Sarwan M. Sham, M. Isa
Faisal, Ali Imron, dan Fajar Sidik dengan barang bukti narkotika jenis sabu
seberat 4, 390 kilogram.
Sedangkan terdakwa Jumanis dan terdakwa M. Isa Faisal masing
dituntut 17 tahun penjara dan Rp 1 miliar dan bila tidak sanggup membayar denda
dipenjara 2 bulan dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 3.390
kilogram.
Meskipun begitu Jaksa Indah menyatakan ketujuh terdakwa terbukti
secara sah dan meyakinkan perbuatannya melanggar pasal 114 UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo
pasal 55 KUHP. Sedangkan barang bukti yang sebanyak 42 bungkus plastik berisi 3.390
kilogram disita untuk dimusnahakan.
Setelah Jaksa Indah membacakan tuntutannya, majelis hakim
memberikan kesempatan para terdakwa untuk menyusun pembelaan oleh kuasa hukum para
terdakwa. Hakim menunda selama sepekan. (tno)
0 Comments