Calon Walikota Tangerang Selatan 2020 Masih Gelap

Baca Juga

Syafril Elain, RB
(Foto: Istimewa/koleksi pribadi)



Oleh: Syafril Elain, RB


PERTARUNGAN untuk memperebutkan kursi orang nomor satu dan dua di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 masih samar-samar bahkan dibilang masih gelap.

Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), syarat parpol mendaftarkan pasangan calon harus memenuhi perolehan paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPRD Kota Tangsel atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam Pemilu anggoa DPRD di daerah yang bersangkutan.

Di DPRD Kota Tangsel tersedia 50 kursi. Dengan demikian, partai politik (Parpol) atau gabungan Parpol harus memiliki minimal 10 kursi untuk mengusung pasangan calon dalam Pilkada Tangsel.

Komposisi kursi yang ada di DPRD Kota Tangsel adalah sebagai berikut:

Golkar                   : 10 Kursi                               PSI          : 4 kursi
PDIP                      : 8 kursi                                 PKB        : 4 kursi
Gerindra                : 8 kursi                                 PAN        : 2 kursi
PKS                       : 8 kursi                                 Hanura    : 1 kursi
Demokrat              : 5 kursi



Bila dilihat dari jumlah kursi yang diperoleh partai politik, maka satu-satunya partai politik yang bisa mengusung calon tanpa ikut partai lain adalah Golkar. Apakah itu dilakukan oleh Golkar, rasanya tidak mungkin karena semakin banyak jumlah dukungan semakin baik.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan akan membuka pendaftaran bakal calon kepala daerah baik dari jalur partai politik maupun perseorangan  pada 16 Juni -18 Juni 2020. Hal ini serentak bagi KPU daerah yang menyelenggaran Pilkada. Namun sampai sekarang ini belum ada bakal calon yang ditetapkan partai politik.

Memasuki akhir Februari 2020 belum ada satu partai politik pun yang menentukan nama bakal calon untuk diusung menjadi orang nomor satu atau nomor dua pada Pemilihan Walikota Tangsel pada 23 September 2020 nanti.

Yang ada sekarang ini  beredar adalah nama-nama orang yang berkeingan untuk menjadi bakal calon Walikota Tangsel atau Wakil Walikota Tangsel diusung partai politik. Boleh dibilang sedang promokan diri atau menawarkan diri ke partai politik. Sebutlah Benyamin Davnie yang kini menjadi Wakil Walikota Tangsel. Terus anak Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yakni Siti Nur Azizah.

Ada pula dari kalangan birokrasi yakni Sekretaris Daerah (Sekda)Tangsel Muhammad. Belakangan muncul nama H. Rahmat Salam, Asisten Daerah I Bidang Pembangunan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang juga punya keinginan menjadi calon.

Dari kalangan pergerakan anti-korupsi ada nama Suhendar yang juga dosen di Universitas Pamulang (Umpam). Tentu masih banyak lagi deretan nama yang ingin masuk menjadi baka calon. Tapi nasib mereka ada di tangan partai politik atau kalau mau berupaya lewat jalur perseorangan atau idenpenden. Terbetik informasi Suhendar akan memanfaatkan jalur independen.

Sementara partai politik sebagai pemegang otoritas untuk mengusung calon kepala daerah pun masih mencari, menjaring, dan melobi. Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Tangerang yang memiliki 10 kursi belum menentukan bakal calon yang akan diusung. Golkar seperti gamang atau galau untuk menentukan siapa yang akan diusung.

Baru disebut-sebut dari kalangan internal yakni  Adde Rosi Khoerunnisa, istri Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy. Ade kini berkantor di Senayan, Jakarta sebagai anggota DPR RI.  Ada pula nama Andiara Aprilia Hikmat, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Banten, anak dari Ratu Atut Chosyiah.

Terus muncul pula nama Pilar Saga Ichsan yang merupakan putra pertama Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Ratu Tatu adalah adik kandung dari Ratu Atut Chosyiah, kini Ratu Tatu menjadi Ketua DPD Golkar Banten.

Tiga nama terakhir adalah trah dari Ratu Atut Chosyiah. Sepertinya Golkar akan mempertahankan dinasti untuk mengusung salah seorang di antara tiga nama tersebut, masih ditunggu pembaca keputusan akhir partai.

Berikut dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Tangerang bila dilihat dari gambar, spanduk, dan baliho yang bertebaran di berbagai ruang publik nama Heri Gagarin. Meski sudah pernah gagal pada Pilkda lalu, Heri Gagarin akan maju lagi. Namun, sebagaimana diketahui oleh publik yang menentukan siapa yang akan maju dari PDIP Kota Tangsel harus mendapat restu dai Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. PDIP punya modal untuk mengusung calon dengan 8 kursi masih membutuhkan partai politik lain agar dapat mengusung calon.

Meskipun begitu, PDIP Kota Tangsel telah pula melakukan penjaring dari luar kader. Akankah petugas partai disandingkan dengan calon dari luar partai? Masih menunggu keputusan partai dan partai politik lain yang diajukan PDIP untuk mengusung calon.

Lain lagi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memiliiki 8 kuris sudah menjalin komunikasi dengan Partai Demokrat yang memiliki 5 kursi. Bila kedua partai politik tersebut digabungkan untuk mengusung calon, memenuhi syarat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tangerang. Masing-masing partai politik mengusulkan calonnya. PKS sudah punya nama yakni Ruhamaben dan Siti Chadijah serta muncul pula nama Rizal Bawazier. Siapakah yang akan diusung PKS masih menunggu keputusan partai.

Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan modal 4 kursi telah membuka penjaringan. Begitu pula yang dilakukan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang  juga punya 4 kursi. Hal yang sama dilakukan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 2 kursi serta Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dengan satu kursi.

Dengan kondisi seperti di atas, sampai akhir Februari 2020 belum terlihat siapa calon Walikota dan Wakil Wakil Tangerang Selatan yang akan bertarung merebut kursi orang nomor satua dan dua. Pembaca dan waga Kota Tangsel masih perlu bersabar sampai jelang dibuka pendaftaran oleh KPU Kota Tangsel pada medio Juni 2020 mendatang. (***)


Penulis adalah:
Wakil Ketua Panwaslu Kota Tangerang 2003-2004
Ketua Panwaslu Kota Tangerang 2008-2009
Ketua KPU Kota Tangerang 2009-2013
Juru bicara calon Gubernur Banten Dr. Wahidin Halim 2016-2017.





Post a Comment

0 Comments