Gubernur Banten Temui Langsung Mahasiswa Saat Demo

Baca Juga

Gubernur Banten H. Wahidin Halim 
(berpeci) menemui para demonstran.
(Foto: Istimewa)



NET - Gubernur Banten H. Wahidin Halim menemui langsung para mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang menggelar aksi demo di depan gedung Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (P-3B), Jalan Syekh Nawi Albantani, Curug, Kota Serang, pada Selasa (1/10/2019).

Saat menemui mahasiswa, Gubernur Banten menyampaikan program yang telah dilaksanakan dan dilakukan oleh Provinsi Banten selama kepemimpinannya bersama Wagub Andika Hazrumy. Hal ini diyakini  banyak mahasiswa yang belum tahu berbagai program pembangunan yang tengah dan telah dilaksanakan Provinsi Banten saat ini, sehingga ada berdemo.

Di tengah kesibukannya sebagai Gubernur Banten, Wahidin Halim menyempatkan diri untuk menemui mahasiswa dan meng komunikasikan apa saja yang menjadi pertanyaan mahasiswa PMII ini, dan Gubernur Wahidin Halim juga menyampaikan terimakasihnya atas kritik yang disampaikan mahasiswa kepada Pemprov Banten. Hal ini merupakan bukti kecintaan mahasiswa kepada Provinsi Banten.

Sekda Provinsi Banten Al Mukhtabar yang turut hadir menyatakan langkah Gubernur Banten menemui para mahasiswa yang menggelar aksi ini merupakan langkah yang patut diacungi jempol, itu adalah langkah seorang pemimpin yang tidak alergi kritik masyarakatnya.

Menjawab mahasiswa, Gubernur Banten menjelaskan berbagai program yang dipertanyakan mahasiswa dan dianggap tidak berjalan di antaranya persoalan pendidikan gratis dan kesehatan gratis. 

Yang langsung dijawab Gubernur dengan menggunakan TOA yang dipakai koordinator aksi, di antaranya jika selama ini Provinsi Banten telah menggratiskan biaya pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN), Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN), dan Sekolah Khusus (SKh) Negeri berbentuk Biaya Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Pada 2018, Pemprov Banten menganggarkan Bosda sebesar Rp 400 miliar. Untuk siswa SMA, total BOS yang diterima per siswa Rp 5 juta. Sedangkan untuk siswa SMK total Bosda ditambah BOS yang diterima per siswa Rp 5,4 juta.

Pada 2019, di bidang pendidikan Pemprov Banten mengalokasikan anggaran Rp 1,13 triliun untuk penganggaran Bosda, pengadaan sarana dan prasarana, serta urusan kebudayaan. Dari alokasi itu, Rp 970,47 miliar adalah untuk program sekolah gratis tingkat SMAN, SMKN, dan SKhN.

Bidang infrastruktur pendidikan, pada 2018 Pemprov Banten telah membangun unit sekolah baru (USB) sebanyak 8 sekolah. Sedangkan ruang kelas baru (RKB) terbangun 475 ruang kelas. Pada 2019, Pemprov Banten telah membangun RKB sebanyak 44 ruang kelas.

Sedangkan bidang kesehatan dinyatakan Gubernur jika memang Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat.

“Kesehatan merupakan kewajiban pemerintah. Yakni Pemerintah harus hadir dalam pelayanan kesehatan. Bagaimana mampu bersaing kalau masyarakatnya tidak sehat,” tegasnya.

Pembangunan infrastruktur kesehatan sebesar Rp 125,10 miliar. Pengadaan lahan rumah sakit Cilograng, pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten, dan pembangunan rumah sakit jiwa tahap I dan pembangunan Rumah Sakit Malingping.

Hingga triwulan III pada 2019, cakupan UHC (Universal Health Coverage) mencapai 94,48 persen. Total peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dan KIS (Kartu Indonesia Sehat) di Provinsi Banten telah mencapai 10.130.772 jiwa. Sebanyak 706.169 jiwa, premi atau iuran bulanan kepersertaan dibiayai melalui APBD Provinsi Banten.

Selain itu, Gubernur Banten juga mengajak mahasiswa untuk ikut melihat bersama2 dan membuka ruang bagi para mahasiswa di Banten dalam memberikan masukan kepada Pemrov Banten. (*/pur)




Post a Comment

0 Comments