Tawuran Gunakan Ambulan Untuk Bawa Senjata Tajam

Baca Juga

Ambulan yang digunakan angkut senjata tajam saat tawuran
(Foto : Man Handoyo/TangerangNet.Com)


NET - Mobil ambulan yang kerap disewa oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten  Tangerang, ditahan oleh petugas Polres Metro Tangerang, karena  digunakan untuk tawuran oleh salah satu kelompok untuk menyerang kelompok lainnya.

Menurut Kapolres Metro Tangerang, Komisaris Besar Abdul Karim, Jumat (26/7/2019) peristiwa yang terjadi pada Sabtu, (13/7/2019) dini hari, berawal ketika kelompok Tangerang dan Jakarta saling ejek dengan kelompok Jatiuwung, Kota Tangerang lewat media sosial.

Karena merasa ditantang untuk melakukan tawuran, kata Kapolres, kelompok gabungan Tangerang dan Jakarta berangkat ke wilayah Jatiuwung dengan cara konvoi menggunakan sepeda motor. Namun sebelum mereka berangkat, mengatur strategi agar membawa mobil ambulan milik orang tua salah satu dari  kelompok tersebut.

Begitu mereka konvoi menggunakan sepeda motor, sudah ditunggu oleh kelompok Jatiuwung di Jalan M Toha, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. "Jadi ketika kedua kelompok itu tawuran, tiba-tiba datang mobil ambulan yang di dalamnya berisi 15 orang kelompak Tangerang dan Jakarta dengan menyalakan sirine,'' kata Kapolres.

Melihat dan mendengar mobil berserine, kata Kapolres, kelompok Jatiuwung melarikan diri karena diduga Mobil polisi. Saat itu juga 15 orang yang ada di dalam mobil ambulan dengan membawa berbagai senjata keluar dan lagsung mengejar atau menyerang kelompok Jatiuwung.

Akibatnya, salah satu anggota kelompok Jatiuwung menjadi korban hingga mengalami luka disekujur tubuh. ''Sampai saat ini A, yang menjadi korban masih dirawat intensif di RSUD Kabupaten Tangerang," kata Kapolres.

Dari kejadian tersebut, kata Kapolres, petugas menangkap BP, 18 dan PP, 19, di wilayah Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Kedua orang pemuda itu merupakan pelaku yang menganiaya A.

Sedangkan pelaku lainnya, termasuk anak pemilik mobil ambulan tersebut masih di bawah umur. "Belasan orang dari dua kelompok ini rata-rata masih dibawah umur," kata Kapolres sembari menambahkan bahwa bentrokan yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Tangerang adalah mereka yang menggunakan medsos " I " untuk saling mengejek dan menantang. (Man)

Post a Comment

0 Comments