Hati-hati Jenderal !!!

Baca Juga

Ilustrasi topi berbintang empat. 
(Foto: Istimewa) 



Oleh Tjahja Gunawan

YANG bakal dipertaruhkan manusia di ujung kehidupannya, bukan pangkat, kedudukan, harta, dan jabatan. Tetapi ketaqwannya kepada Allah SWT. Atribusi duniawi akan ditanggalkan manakala manusia telah menghadap Sang Khaliq.

Nikmat paling berharga yang diberikan Allah SWT kepada manusia adalah nikmat Islam, nikmat Iman, dan nikmat sehat. Tentu ini bagi manusia  yang beragama Islam.

Seorang berpangkat jenderal yang beristrikan anak dari seorang jenderal serta pernah menjadi presiden sepuluh tahun, akan menjadi tidak berarti apa-apa manakala Allah SWT memberikan ujian dan cobaan berupa penyakit.

Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua umat Islam untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Langkah cerdas dan bijak seorang manusia yang ingin berakhir dengan catatan baik, banyak mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sambil diiringi dengan sikap muhasabah dan introspeksi diri serta bertaubat.

Meskipun seseorang pernah menjadi presiden, diberi rezeki harta berlimpah dan memimpin partai politik pula, tapi kalau dalam dirinya menyimpan rasa tidak suka terhadap agamanya sendiri, Allah SWT akan memberikan balasan baik di dunia maupun di akhirat.

Semoga Sang Jenderal diberikan hidayah. Aamiin.

Note: Harus dibiasakan untuk bermunajat dan berdo'a kepada Allah SWT dalam setiap melakukan kegiatan di dunia ini termasuk ketika akan melakukan kampanye politik. Tujuannya, agar mendapatkan keberkahan Allah.

Apapun kegiatan manusia di dunia ini termasuk agenda politik kampanye, kalau tidak mendapat berkah Allah SWT akan menjadi sia-sia. Dalam tahun politik ini, kita banyak menyaksikan peristiwa kampanye dan kegiatan politik yang berakhir tragedi.

Misalnya, panggung politik yang berantakan setelah dihujam oleh hujan lebat dan angin ribut, kedatangan pemimpin di suatu daerah yang disambut gemuruh petir yang menakutkan dan lain lain.

Perlakuan seorang politisi yang kurang beradab terhadap ulama dengan meralat do'a ulama yang sangat disegani, langsung dihinakan oleh Allah SWT. ***



Penulis adalah wartawan senior.

Post a Comment

0 Comments