Petani Jangan Ragu Jual Beras Ke Bulog

Baca Juga

Kolonel Inf. Boni Christian Pardede 
saat berada di gudang Bulog Cianjur. 
(Foto: Istimewa) 



NET - Katim Sergap TNI AD mengatakan Bulog merupakan lembaga yang mengawal pangan di indonesia. "Hasil panen padi ini jangan ragu-ragu untuk dijual ke Bulog, kita sampai saat ini hanya menerima beras karena kita tidak mempunyai pengilingan," ujar Katim Sergap Mabes AD, Kolonel Inf Boni Christian Pardede, Kamis (7/3/2019).

Hal itu dikatakan Katim Sergap TNI AD saat melaksanakan tatap muka dengan kelompok petani di wilayah Kodim 0608/Cianjur Tahun 2019, di gudang Bulog Sub Divre Cianjur, di Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

Tatap muka Tim Sergap TNI AD tersebut langsung dipimpin oleh Katim Sergap Mabes AD Kolonel Inf Boni Christian didampingi Kolonel Inf Kosasih, bersama Kolonel Inf Heldi Wira, dan Waka Bulog Sub Divre Cianjur Desi Asmati. Turut hadir Dandim 0608/Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani, Pasi Ter Kodim 0608/Cianjur, Kapten Inf Ojang.

Sementara itu, Wakil Kepala (Waka) Bulog Sub Divre Cianjur Desi Asmati mengatakan pola pelayanan publik seperti kadar air harus standar khusus 14 persen. Dan beras pecahnya 20 persen, serta menirnya 22 persen. Bulog mengambil beras medium dengan harga Rp 8.030 per kilogram, dan untuk premium seharga Rp 9.500 per kilogramnya. 

"Mudah-mudahan panen dari para petani pada musim ini di Cianjur dapat dimasukan di Bulog seperti yang kami harapkan, saat ini target penyerapan gabah di Cianjur 12,630 ton. Sedangkan realisasinya baru tercapai 109 ton,” tutur Dese.

Kendala belum tercapainya target penyerapan gabah,  kata Dese, yaitu masih tingginya harga dari para petani. (dade)

Post a Comment

0 Comments