Pegadaian Raup Laba Bersih Rp 2,8 Triliun Pada 2018

Baca Juga

Kuswiyoto menjawab pertanyaam wartawan. 
(Foto: Istimewa) 


NET - Direktur Utama Pengadaian Kuswiyoto mengatakan PT Pegadaian (Persero) berhasil meraup laba bersih Rp 2,8 triliun pada 2018. Capaian tersebut meningkat 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp.2,5 triliun. Peningkatan laba bersih ini ditopang oleh inovasi produk digital yang diluncurkan sehingga meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan. 

"Perusahaan berhasil menutup 2018 dengan kinerja yang positif karena makin banyaknya varian produk inovatif yang diluncurkan seperti Pegadaian Digital Services, serta beberapa produk baru yang akan kami kenalkan dalam waktu dekat. Pegadaian akan terus melakukan inovatif produk dan sistem layanan secara online (digital) untuk memenuhi kebutuhan nasabah, bukan hanya fasilitas layanan saja yang ditingkatkan tetapi juga menciptakan berbagai produk baru digital yang akan diluncurkan pada tahun ini," ujar Kuswiyoto kepada wartawan, Senin (25/3/2019). 

Kuswiyoto mengungkapkan itu pada acara "Paparan Kinerja PT Pengadaian (Persero) 2018, di Hotel Fullman, Ruang Grand on Thamrin 3, Jalan MH Thamrin No. 59, Jakarta. Dalam waktu dekat ini, kata Kuswiyoto, Pegadaian juga akan meluncurkan beberapa produk baru, di antaranya Gadai on Demand yang merupakan program Pegadaian untuk membantu masyarakat agar lebih mudah untuk mengakses layanan perseroan kepada nasabah. 

Program tersebut, imbuh Kuswiyoto, akan bekerjasama dengan perusahaan besar berbasis layanan digital, misalnya mau menggadaikan cincin, tapi tidak punya waktu datang ke Pegadaian, kami kerjasama dengan ojek online untuk mengambil barangnya dirumah, nanti kita tinggal transfer ke rekeningnya.                             

Kuswiyoto mengungangkapkan pertumbuhan laba bersih ditopang pendapatan usaha yang meningkat 8,9 persen menjadi Rp 11,5 triliun dari Rp 10,5 triliun pada 2017. Laba sebelum pajak naik 7,3 persen  menjadi Rp 3,7 triliun dari Rp 3,4 triliun. Sedangkan total aset meningkat 8,4 persen menjadi Rp 52,8 triliun dari Rp 48,7 triliun. (dade)

Post a Comment

0 Comments