Gubernur: Bila ASN Kerja Berorientasi Materi, Ketidakpuasan Dirasakan

Baca Juga

Gubernur Banten H. Wahidin Halim.
(Foto:Istimewa)


NET – Gubernur Banten H. Wahidin Halim mengatakan bila Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja berorientasi kepada materi, maka yang akan dirasakan hanya ketidakpuasan dan tidak pernah dilandasi rasa syukur. Bekerja sebagai pegawai harus rajin bersyukur karena diberikan kecukupan materi yang belum tentu diperoleh orang lain. 

Hal itu dikatakan Gubernur saat apel gabungan awal bulan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP-3B), Jalan Syech Nawawi Albantani, Curug, Kota Serang pada Senin (3/12/2018). 

Seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten, kata Gubernur, untuk menjadikan pekerjaan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Dengan bekerja baik, profesional, tidak korupsi, dan ikhlas melayani masyarakat, akan menjadi ladang pahala yang besar untuk bekal di akhirat kelak.

“Bekerja itu ibadah, bukan sekadar mencari uang, makanya kita lakukan dengan ikhlas, layani masyarakat dengan baik, berkorban untuk mewujudkan harapan masyarakat, itu ibadah. Melayani mahasiswa mengajar dari pagi sampai malam itu ibadah, semua yang kita lakukan itu bernilai ibadah kepada Allah SWT, asalkan dilakukan dengan iman, ikhlas dan sungguh-sungguh,”ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, instropeksi pada diri tidak hanya berkaitan dengan profesi, tapi juga pada amalan kebajikan yang telah diniatkan. Dengan menjadi seorang pegawai, sudah sepantasnya ASN berkomitmen dengan beban profesinya.

Cara mensyukurinya, kata Wahidin, adalah dengan memberikan kinerja terbaik dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Selain itu, rasa syukur juga perlu ditujunkkan dengan memperbanyak sedekah dan mempererat tali silaturahmi baik antar pegawai maupun masyarakat di sekitar.

“Memperkuat satu sama lain itu bagian dari nikmat. Tidak ada golongan-golongan dalam ASN, golongan itu hanya untuk parpol (partai politik-red). Kalau apel saja tidak mau artinya tidak bersyukur.  Melalui apel, kita bisa bersilaturahmi dan bekerja dengan baik dan itu ciri bersyukur kepada Allah. Ingat, bekerja untuk masyarakat bukan buat Gubernur,” tegasnya.

Gubernur mengajak ASN di Pemprov Banten untuk memperluas semangat persaudauraan di antara ASN lainnya. Jangan sampai terpecah belah lantaran kepentingan tertentu. Jjika ASN yang lain hadir apel, maka yang lainnya juga harus hadir apel. Jika ASN diundang rapat datang, maka ASN lan yang diundang juga harus datang.

“Kalau yang lain apel sampai selesai, kenapa kita hanya absen terus langsung pulang? Begitu pun bekerja pada hari biasa, kalau yang lain bekerja, kenapa kita tidak? Jelas tidak,”tegasnya.

Gubernur menyatakan ingin mengevaluasi terhadap apa yang sudah dicapai, sedang berproses dan akan dilakukan tahun ini, tahun depan, dan tahun berikutnya. Setelah itu, hasil evaluasinya akan dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat. Karena pencapaian selama ini dan yang akan kita capai hingga 3 tahun depan merupakan bentuk kinerja ASN yang harus diketahui masyarakat. Sehingga, dapat menjawab pertanyaan masyarakat atas besarnya pendapatan yang diterima ASN atas pekerjaannya.

“Kita harus berlomba-lomba wujudkan harapan masyarakat. Kenaikan tukin (tunjangan kinerja-red) kita dipertanyakan, maka tunjukkan kalau kita bekerja dengan baik dan hasilnya juga akan baik, masyarakat harus tahu itu,”tuturnya.

Hal lain, Gubernur juga mengingatkan agar ASN dapat menjaga kebersihan lingkungan kerja dengan membentuk gerakan kebersihan di masing-masing lingkungannya. Tempat yang bersih, kata Gubernur, dapat mempengaruhi performa kerja karena suasana kerja yang nyaman dan sehat. Selain itu, Gubernur juga meminta agar pemanfaatan tempat penitipan anak yang terletak di Lapangan Pancaniti KP3B dapat lebih dioptimalkan. (*/pur)

Post a Comment

0 Comments