Di Depan KAHMI, Gubernur: Pemprov Banten Butuh 102 Auditor Satgas

Baca Juga

Akbar Tanjung dan Gubernur Banten H. Wahidin Halim: merasakan
ada persaudaraan di KAHMI. (Foto: Istimewa)  

NET - Gubernur Banten H. Wahidin Halim mengajak pengurus Majelis Wilayah Keluarga Alumni HMI (MW KAHMI) Banten, untuk bersama-sama membangun Provinsi Banten. Ajakan tersebut disampaikan Gubernur pada kegiatan Halal Bihalal MW KAHMI Banten di Pendopo Gubernur, Kawasan Pemerintahan Pusat Provinsi Banten (KP-3B) Curug, Kota Serang, Rabu (4/7/2018).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Majelis Penasehat Majelis Nasional KAHMI Dr. Ir. H. Akbar Tanjung dan seluruh pengurus serta anggota KAHMI Banten.

Gubernur mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh anggota KAHMI Banten selama ini. Dari masa pencalonan hingga saat ini sedang menjalani masa bakti sebagai Gubernur, yang sudah lebih dari satu tahun.

Gubernur merasakan dalam lingkungan KAHMI Banten, ada sebuah pertemanan yang melebihi persaudaraan. “Di sini, saya mengenal berteman lebih dari bersaudara,” ujar Gubernur.

Gubernur merasa bangga serta bersyukur karena menjadi bagian dari KAHMI Banten. Wahidin menilai menjadi gubernur merupakan tantang yang luar biasa, dan perlu dukungan, kritik, serta saran khususnya dari keluarga KAHMI Banten untuk terus sukseskan pembangunan di Provinsi Banten.

Wahidin Halim yang diakrab disapa WH itu mengatakan Provinsi Banten masih dianggap sebagai salah satu Provinsi tertinggal yang ada di Indonesia.  Selain itu, masih ada labeling atas Provinsi yang memiliki tingkat korupsi yang tinggi, maupun mentalitas birokrasi yang perlu ditingkatkan, merupakan pekerjaan rumah yang saat ini menjadi fokus utama.

Gubernur menyampaikan reformasi birokrasi adalah prioritas utama dari pemerintahan Banten saat ini. Menjadi fokus utama dari segala program yang ada. Memberikan tunjangan-tunjangan yang tepat sesuai dengan peruntukannya serta menindak keras untuk segala pelanggaran yang terjadi di dalam pemerintahan itu sendiri untuk memberikan efek jera pada oknum terkait.
“Tentu itu semua adalah segala bentuk bagian dari reformasi birokrasi ntuk Banten lebih baik lagi,” tandasnya.
Oleh karena itu, Gubernur merencanakan untuk membentuk Satgas pemerintahan untuk memonitor segala kegiatan yang ada dalam pemerintahan. “Banten memerlukan 102 Auditor untuk membentuk Satgas, kita kemarin hanya punya 4. Dan saya mendapatkan 20 lagi auditor untuk membentuk Satgas. Diharapkan ke depannya lebih baik lagi,” ujar Gubernur.

Gubernur juga mengatakan fokus pembangunan saat ini adalah bagaimana masyarakat dapat terjamin kesehatannya. “Saya ingin semua biaya kesehatan masyarakat Banten itu dijamin pemerintah daerah,” katanya.

Gubernur menegaskan anggaran sekitar Rp 600 miliar pun untuk biaya kesehatan, yang menjadi dasar bisa dipenuhi oleh kas anggaran daerah. “Tapi, secara peraturan memang harus melalui BPJS. Itu yang menjadi hambatan. Tidak bisa langsung,” ujar WH.

Gubernur menyampaikan permintaan maaf atas belum maksimalnya pelayanan PPDB. Ke depannya, Gubernur berjanji akan lebih meningkatkan pelayanan tersebut.

Ketua Majelis Penasehat Majelis Nasional KAHMI Dr. Ir. H. Akbar Tanjung dalam kesempatan ini menyampaikan kepada seluruh anggota KAHMI Banten untuk kembali mengingat bagimana HMI dibentuk.

“Tidak lepas dari tujuan pendiri HMI sendiri untuk membangun bangsa Indonesia, mensejahterakan masyarakat, serta menjunjung tinggi Pancasila,” ujar Akbar.

Akbar Tanjung menambahkan seluruh anggota untuk menjunjung tinggi tali persaudaraan, selalu mendukung serta mengingatkan satu sama lain. (*/ril)

Post a Comment

0 Comments