Polwan Tanpa Seragam, Babak Belur Dianiaya Supir Truk

Baca Juga

Tersangka Faturahman saat minta maaf kepada Kompol Yohana
Latuharhary yang masih dalam perawatan dokter di rumah sakit.
(Foto: Man Handoyo/tangerangnet.com) 
NET – Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pembinaan dan Operasional Polres Metro Tangerang Kompol Johana Latuharharry terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang, karena mengalami luka memar di bagian kepala setelah dianiaya oleh Faturahman, 40, supir truk.

Peristiwa ini terjadi  di Jalan Tol Tangerang - Jakarta, Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangeran, Banten Rabu (24//2018) malam.

Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar (Kombes) Harry Kurniawan, Kamis (25/1/2018) mengatakan   penganiayaan terhadap Polwan itu berawal dari kecelakaan lalu lintas di dalam area jalan tol. Ketika itu mobil Honda Jazz B 1777 CKE yang dikemudikan oleh korban diserempet oleh  truk Mitsubishi Fuso BE 9616 CK yang dikemudikan  Faturahman.

Saat itu juga kedua mobil tersebut berhenti di sisi jalan, sehingga terjadilah percekcoan antara korban dan pelaku. Namun ketika korban masuk ke dalam mobil untuk menelpon temannya, pelaku yang juga berada di dalam truk di belakang mobil korban membunyikan klakson beberapa kali.

Karena korban tidak segera jalan, kata Kapolres, pelaku emosi dan ke luar dari dalam truk untuk menghampiri korban. Tanpa basa-basi, pelaku memukul-mukul kaca mobil dan meminta kepada korban untuk membukakan pintu.

Saat dibuka, pelaku langsung melakukan pemukulan ke bagian wajah  korban, sehingga korban mengalami luka memar. "Mendapat perlakuan seperti itu, korban yang tidak berpakaian seragam berusaha melawan dengan cara menangkis dengan kunci roda," ujar Kapolres.

Namun demikian, korban tidak berdaya karena  tangan kanannya dipegang oleh pelaku yang secara terus menerus melakukan pemukulan kepada korban. "Karena pemukulan yang membabi buta, korban mengalami luka sobek di bagian pelipis," tutur Kapolres.

Setelah itu, kata Kapolres, pelaku melarikan diri dengan kendaraannya ke arah Jakarta. Sedangkan korban langsung  dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk mendapat perawatan.

Beberapa menit kemudian, Petugas Jalan Raya (PJR) Tol dalam kota  yang mendapat laporan tersebut, berhasil mengamankan pelaku di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan. Pelaku berikut truk bermuatan gandumnya diserahkan ke Polres Metro Tangerang untuk ditindak lanjuti.

Di hadapan petugas dan korban yang dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang, Faturahman yang berasal dari Lampung, mengaku khilaf dan minta maaf. "Saya minta maaf Bu. Saya khilaf,"  kata Faturahman sambil menciun tangan kanan korban.

Mendapat permintaan maaf, korban menerimanya.  Namun, demikian,  pemberian maaf itu tidak berarti menghentikan  proses pidana yang telah dilakukan kepada dirinya. "Saya maafkan, tapi proses hukum harus tetap berjalan," ucap Johana. (man)

Post a Comment

0 Comments