Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dimyati Dorong Sinergi Perkuat Ketahanan Pangan Desa Hadapi Perubahan Iklim

Kemendes PDT RI Yandri Susanto, Wamendes Ahmad Riza Patria, Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, dan dari BRIN. (Foto: Istimewa)

NET - Wakil Gubernur (Wagub) Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI) yang digagas Kemendes PDT bersama berbagai pemangku kepentingan. “Pembangunan desa harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki desa.

"Kemendes punya program SEHATI, di mana pembangunan desa itu memang harus sama-sama dan juga menginventarisasi potensi yang ada," ungkap Dimyati.

Hal itu disampaikan Dimyati pada Sosialisasi Kebijakan Ketahanan Pangan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim yang diselenggarakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bekerja sama dengan The World Bank di Swiss-Belinn Modern Cikande, Kabupaten Serang, Selasa (30/6/2026).

Dimyati berharap sinergi antara Kemendes, BRIN, Bappenas, Kementerian Keuangan, kementerian dan lembaga lainnya serta seluruh pihak dapat memperkuat pengembangan potensi desa, termasuk kearifan lokal yang dimiliki masing-masing wilayah.

Menurut Dimyati, penguatan potensi desa menjadi langkah penting untuk meningkatkan ketahanan pangan, terutama di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

"Saya berharap Kementerian Desa dengan BRIN menginventarisasi potensi-potensi desa dan kearifan lokal desa. Sehingga apa yang ada di desa, apalagi dalam menghadapi situasi perubahan iklim yang tidak menentu, kita berharap ketahanan pangan di desa-desa ini tumbuh," katanya.

Selanjutnya, kemajuan desa akan menjadi fondasi bagi kemajuan Indonesia. Dirinya menilai berbagai komoditas pangan yang dikonsumsi masyarakat sebagian besar berasal dari desa, sehingga pembangunan desa harus menjadi prioritas bersama.

"Kalau desanya tumbuh, hidup, maju, dan mandiri, maka dengan sendirinya akan maju Indonesia ini," imbuhnya.

Selain itu, Dimyati mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi untuk mempercepat pembangunan desa. BRIN diharapkan bersama kementerian terkait dapat terus mendampingi pemerintah desa melalui pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami meminta kepada Kementerian dan BRIN, tolong bantu juga apa yang harus digagas, apa yang harus dilakukan, termasuk inovasi-inovasi atau teknologi-teknologi baru yang diharapkan desa itu bersih, aman, damai, dan maju," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menjelaskan Program SEHATI merupakan kolaborasi berbagai unsur (oktahelix) yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, lembaga riset, hingga mitra pembangunan internasional.

Dikatakannya, program tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan lokal, mendorong hilirisasi produk desa, membangun desa berketahanan iklim, desa bebas sampah, hingga membuka peluang lahirnya desa ekspor.

"Program ini akan menyasar desa-desa yang ada di Indonesia, dengan tujuan untuk memastikan ketahanan pangan lokal itu benar-benar kita angkat potensinya," ujarnya.

Dikatakannya, program tersebut sebagai bentuk sinergi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak dalam mendukung Asta Cita Ke-6 Bapak Presiden Prabowo Subianto, yaitu Membangun Dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan.

"Ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo untuk swasembada pangan, termasuk nanti dari program ini juga akan ada desa berketahanan iklim. Di samping itu juga kita akan melakukan hilirisasi produk desa," katanya.

"Jadi program ini juga bisa memastikan nilai tambah produk lokal desa itu bisa meningkat, sehingga uangnya (perekonomiannya, red) bisa bertambah, bisa juga menyerap tenaga kerja," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BRIN Arief Satria menegaskan dukungan BRIN melalui pengembangan teknologi tepat guna, teknologi maju seperti genomik dan smart farming, serta pendekatan pembangunan berkelanjutan (sustainability) untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Sementara, Perwakilan The World Bank Jessica Ludwig Maaroof juga menyampaikan dukungannya terhadap Program SEHATI. Menurutnya, kolaborasi antara Kemendes PDT, BRIN, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi desa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan memperkuat pembangunan desa di Indonesia.

Diketahui, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemendes dengan BRIN tentang Sinergitas Riset dan Inovasi serta Pemanfaatan untuk Mendukung Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal.

Kegiatan tersebut dihadiri Mendes PDT RI Yandri Susanto, Wamendes Ahmad Riza Patria, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arief Satria, perwakilan The World Bank Jessica Ludwig Maaroof, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, jajaran kementerian dan lembaga, serta ratusan kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari Provinsi Banten dan tamu undangan lainnya. (*/yos/pur)


Post a Comment

0 Comments