Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Benarkah Ada Penyuka Sesama Di Istana?

Ilustrasi, Istana Boneka Jakarta. 
(Foto: Istimewa/grand tjokro) 




Oleh: Yusuf Blegur




Astagfirullahaladzim.

Semoga tidak benar dan itu sekadar isu belaka. Pernyataan Amien Rais soal    disorientasi seksual di lingkungan menteri dan istana bukan fakta yang sebenarnya


Meskipun sudah banyak beredar dan diam-diam rumor tentang adanya hubungan sesama jenis dalam kabinet kementerian  dan istana. Publik tetap saja dikejutkan dengan pernyataan Amien Rais yang terkesan menuding Menseskab (Menteri Sekretaris Kabinet) Teddy Indra Wijaya sebagai seorang pegiat homoseks dan meminta Presiden Prabowo Subianto memecatnya.


Pernyataan Ketua Umum Muhammadiyah periode 1995-1998 dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) periode 1998-2005, seakan menjadi klimaks dari desas-desus dan pergunjingan publik terkait perilaku senggama satu rasa  pada pejabat pemerintahan khususnya di kalangan menteri dan lingkaran istana. Rasanya terlalu gegabah buat Amien Rais melontarkan pencemaran nama baik dan fitnah, terlebih ditujukan pada pejabat penting.

Narasi dalam video yang beredar medio 30 April hingga 1 Mei 2026 itu terasa menghentak kesadaran khalayak karena terkait soal etika, moral, dan  hukum yang tak biasa.


Lebih dari sekadar distorsi kekuasaan terkait korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ungkapan  Amien Rais seperti  petir pada siang yang menghantam dan membongkar aib nasional. Bukan sekadar skandal seks pada umumnya, tapi disorientasi seksual yang melibatkan pejabat tinggi dan memiliki  kesan intim dengan  presiden.


Prabowo atau Teddy harus segera melakukan  klarifikasi dan tindakan tegas terhadap apa yang telah disampaikan dan diharapkan  Amien Rais. Bagaimanapun Amien Rais merupakan figur nasional yang ikut menentukan arah  perjalanan bangsa pasca kejatuhan orde baru dan dikenal sebagai tokoh reformasi. Pernyataan Amien Rais boleh saja mengada-ada atau bisa juga disebut menjurus kontroversi atau menjadi polemik. Tapi tetap harus diingat, Amien Rais bukan sosok kaleng-kaleng atau tipikal  anak mami yang planga-plongo. Beliau bukan orang sembarangan.


Jika saja Prabowo dan Teddy tak bisa membantah atau menangkis premis Amien Rais dan kemudian terseret opini publik yang masif mengamini statement Amien Rais. Maka bukan saja bisa meruntuhkan marwah institusi pemerintahan, negara, dan bangsa Indonesia. Melainkan juga dapat mendelegitimasi keduanya dalam konteks moral, hukum dan agama sebagai presiden dan menteri. Atau malah bisa melengserkan presiden seperti pada negara lainnya diimpeachment gegara skandal seks yang normal sekalipun.


Bagaimana mungkin negeri yang di dalamnya berdasar pada Pancasila dan lahir dari semangat kental religius rakyatnya. Dipaksakan dikelola oleh pejabat dengan pesakitan mental dan psikis dalam masalah-masalah keganjilan seksualitas.


Lalu, mau ditaruh di mana harga diri dan martabat bangsa dengan kehadiran para pemimpin yang menyimpang dalam urusan selangkangan dan cara tidak sehat menyalurkan birahi atau libido syahwatnya.


Ijinkan rakyat awam dan jelata termasuk penulis ini bertanya dengan mode santun nan penuh rasa penasaran.


Mohon kiranya Prabowo Subianto selaku presiden  dan Teddy Indra Wijaya selaku Menseskab menjawab sejujur-jujurnya  tanpa temperamen dan  emosi yang meledak-ledak.


Biar Indonesia tidak gelap dan rakyat matanya tidak buram.

Please deh.




Bekasi Kota Patriot.

14 Dzulqaidah 1447 H/2 Mei 2026.

Post a Comment

0 Comments