Nunung Nurwana mantan Kasatpol PP Kota
Tangerang berbaur bersama warga ikut pengajian.
(Foto: Istimewa)
Mengawali kembali kegiatan pasca-Ramadan dan Idul Fitri, pengajian ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan (Imtak) masyarakat.
Walikota Tangerang H. Sachrudin mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat beramal dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa berbuat kebaikan tidak selalu harus dalam bentuk materi.
“Beramal tidak harus dengan harta. Tenaga, pikiran, doa, bahkan sikap sederhana yang membawa kebaikan pun menjadi nilai ibadah. Yang terpenting adalah keikhlasan,” ungkapnya.
Sachrudin mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah. Sejumlah isu strategis disinggung seperti operasional Embarkasi Haji Banten di Cipondoh, pengelolaan sampah, penanganan banjir, hingga peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan.
“Kota ini adalah rumah kita bersama. Pemkot tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan membangunnya,” tuturnya.
Sachrudin pun mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dan berharap pengajian bulanan ini dapat menjadi ruang membangun kesadaran kolektif menuju kehidupan yang lebih baik.
“Melalui pengajian ini, kita bangun kesadaran bersama bahwa setiap proses menuju kesejahteraan dimulai dari niat, komitmen, dan kebersamaan,” tuturnya.
Sementara itu, tausiah disampaikan KH Zuhri Yakub yang menyebutkan pentingnya menjaga keharmonisan antara pemerintah dan masyarakat sebagai bagian dari akhlakul karimah.
“Pemimpin dan masyarakat adalah satu kesatuan yang saling membutuhkan. Keharmonisan dan persatuan harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan yang baik,” ucapnya. (*/pur)



0 Comments