Gubernur Banten Andra Soni melintas
Jalan Desa: Sindang Asih, Badak Anom,
dan Daon yang diresmikan.
(Foto: Istimewa)
Pembangunan jalan sepanjang 1.300 meter dengan lebar 4 meter ini menghubungkan Desa Sindang Asih, Desa Badak Anom, dan Desa Daon. Ruas jalan ini memiliki peran vital sebagai akses utama aktivitas masyarakat menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta lahan pertanian.
Gubernur Andra Soni menjelaskan rehabilitasi infrastruktur ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan dasar.
“Jalan ini kini sudah dapat digunakan melalui Program Bang Andra. Pembangunan ini tidak sekadar memperbaiki akses transportasi, tetapi juga menjaga harapan masyarakat agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih layak,” ujar Andra Soni.
Gubernur menyoroti dampak langsung pembangunan ini bagi pelajar yang sebelumnya kesulitan melintasi jalan rusak dan berlumpur.
“Jalannya sudah bagus, anak-anak sekolah sekarang tidak perlu lagi membuka sepatu saat berangkat. Ini adalah bagian dari pelayanan pendidikan dan kenyamanan masyarakat,” tuturnya.
Andra Soni menjelaskan Pemprov Banten akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota melalui pembagian kewenangan dan skala prioritas. Hal ini bertujuan untuk mendorong pemerataan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain infrastruktur jalan, Gubernur memotori penanganan irigasi di wilayah tersebut guna mendukung produktivitas sekitar 500 hektare sawah yang menjadi sumber penghidupan warga.
“Di belakang kita ini adalah sawah produktif. Insya Allah irigasinya akan ditangani melalui koordinasi lintas sektor bersama pemerintah desa, Pemkab Tangerang, serta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) Kementerian PUPR,” ucap Gubernur.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan menjelaskan pembangunan jalan ini merupakan tindak lanjut dari peninjauan Gubernur pada September 2025. Proyek dengan anggaran sekitar Rp6,1 miliar ini telah rampung pada Desember 2025.
“Ini adalah bagian dari Program Bang Andra yang pada tahun 2025 telah merealisasikan pembangunan 61 ruas jalan desa dan satu jembatan di berbagai wilayah Provinsi Banten,” jelas Arlan.
APBD 2026, Pemprov Banten meningkatkan alokasi anggaran Program Bang Andra menjadi Rp164 miliar. Peningkatan signifikan ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat infrastruktur desa.
“Khusus Kabupaten Tangerang, pada tahun APBD 2026 sudah teranggarkan 4 titik pembangunan jalan desa melalui program ini,” tutur Arlan.
Kepala Desa Badak Anom Muhammad Sanwani mengungkapkan rasa syukur mewakili masyarakat atas terealisasinya pembangunan jalan yang telah rusak selama dua dekade tersebut.
“Kurang lebih 20 tahun jalan ini rusak dan baru sekarang dibangun. Ketika jalan sudah bagus, aktivitas masyarakat meningkat,” ungkap Sanwani.
Sanwani berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah berupa Penerangan Jalan Umum (PJU) dan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), mengingat desa telah menyediakan lahan seluas lebih dari satu hektare untuk fasilitas pendidikan tersebut. (*/pur)



0 Comments