
Sejumlah murid bersemangat untuk bisa
berdialog dengan Gubernur Banten
Andra Soni di SMA Attaufiqiyyah.
(Foto: Istimewa)
Andra Soni didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Banten Komarudin dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Lukman.
"Waktu pendaftaran dipungut biaya atau tidak,” tanya Gubernur kepada Zidan, siswa Kelas X.
“Tidak,” jawab Zidan kepada Gubernur.
Andra menanyakan apakah diminta membayar SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) oleh pihak sekolah. Zidan dan siswa lain menjawab bahwa seluruh siswa tidak membayar ke pihak sekolah karena Program Sekolah Gratis.
Gubernur Andra Soni mengatakan kunjungannya ke SMK Attaufiqiyyah untuk memastikan administrasi sekolah gratis berjalan dengan baik. Termasuk memastikan bahwa pihak sekolah memiliki antusiasme yang sama dengan Pemprov Banten untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan.
Pihak sekolah, kata Andra, memiliki komitmen kuat memajukan pendidikan. Para siswa antusias dan memiliki semangat yang kuat untuk belajar. Rasa optimis dengan kolaborasi yang kuat anak-anak di Banten akan memiliki masa depan yang cerah.
Andra Soni berpesan agar siswa belajar sungguh-sungguh. "Biaya akan ditanggung Pemprov Banten, sampai kalian lulus," tuturnya.
Kepala Sekolah SMK Attaufiqiyyah Febby Muzakki menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan Program Sekolah Gratis. Dengan program ini, partisipasi sekolah meningkat. Pada tahun ajaran 2024-2025 jumlah siswa kelas X sebanyak 320 siswa. Tapi, begitu ada Program Sekolah Gratis, tahun ajaran 2025-2026 pendaftar kelas X melonjak menjadi 491 siswa.
Febby menjelaskan siswa yang mendaftar pada SMK Attaufiqiyyah secara ekonomi merupakan kelas menengah bawah. Sehingga, Program Sekolah Gratis mendorong masyarakat untuk menyekolahkan anaknya.
“Program Sekolah Gratis mendorong warga menyekolahkan anaknya,” paparnya.(*/pur)



0 Comments