
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes
Pol Raden Muhammad Jauhari dan
Ketua MUI Kota Tangerang KH Ahmad
Baijuri Khotib serta buku JI Sampai NKRI.
(Foto: Istimewa)
Kegiatan ini mengusung tema “Merawat Indonesia, Menuju Harmoni Bangsa” sebagai refleksi dan aksi nyata mewujudkan kota yang damai, inklusif, dan tangguh.
Buku “JI Sampai NKRI” karya Dr. Sholahuddin mengulas dinamika Jemaah Islamiyah (JI) pasca Bom Bali 2002 hingga deklarasi pembubarannya pada 30 Juni 2024.
Peristiwa ini dipandang sebagai deradikalisasi kolektif, yakni fenomena langka ketika sebuah kelompok bersenjata memilih meninggalkan jalan kekerasan.
Bedah buku ini menghadirkan penulis bersama sejumlah narasumber, antara lain Ustadz Para Wijayanto (mantan Amir Jamaah Islamiyah), Brigjen Pol John Weynratt Hutagalung, S.I.K (Direktur Pencegahan), KH Ahmad Bajuri Khotib, MA, Kombes Pol Raden M. Jauhari, Dr. H. Muhamad Qustulani, MA.Hum, serta Dr. H. Muhammad Soleh Hapudin, M.Si.
Sholahuddin menyebutkan bahwa transformasi JI terjadi melalui konflik panjang dengan aparat. Jika pada awalnya konflik bersifat resiprokal (saling balas serangan), maka pada dekade terakhir bergeser menjadi konflik respon. Alih-alih membalas dengan kekerasan, JI memilih jalur dakwah, pendidikan, dan pada akhirnya mengambil keputusan membubarkan diri.
“Ini momentum penting, bukan hanya bagi Indonesia, tapi juga dunia internasional. Bukan banyak organisasi teroris yang secara kolektif memutuskan meninggalkan ideologi kekerasan,” ujarnya.
Direktur Pencegahan Brigjen Pol John Weynratt Hutagalung dalam sambutan yang diwakili oleh AKBP Joko Dwi Harsono mengatakan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas elemen bangsa.
“Bedah buku ini bukan hanya forum akademis, tetapi juga sarana membangun kesadaran bersama bahwa radikalisme dan terorisme dapat dilawan melalui pendidikan, dialog, dan penguatan nilai kebangsaan. Kami mendorong lahirnya agen-agen perdamaian dari masyarakat untuk menjaga keutuhan NKRI,” tuturnya.
Acara tersebut dihadiri lebih dari 250 peserta, terdiri atas tokoh lintas agama, pimpinan ormas, pengurus majelis taklim, para penyuluh agama,pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), mahasiswa, hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB, FKDM) dan unsur pemerintah daerah. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan luas bagi upaya memperkuat moderasi beragama dan meneguhkan nilai-nilai kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, MUI Kota Tangerang bersama Direktorat Pencegahan dan mitra strategis berharap lahir jejaring kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam menangkal radikalisme serta memperkuat narasi kebangsaan. (*/pur)



0 Comments